Berita Batu Hari Ini
Kota Palopo Belajar Pengelolaan Desa ke Kota Batu
Karakteristik desa di Kota Batu bisa diterapkan di kelurahan yang ada di Kota Palopo.Terutama soal pengelolaan desa yang menjadi tujuan wisata.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, BATU – Ketua Komisi 1 DPRD Palopo Baharman Supri beserta rombongan lainnya bertamu ke ruang Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Rabu (11/3/2020).
Baharman mengatakan, kedatangannya ke Kota Batu untuk mempelajari sistem pemerintahan Kota Batu terhadap pengelolaan desa.
Menurutnya, Kota Batu unik karena sebagai kota memiliki kelurahan sekaligus desa.
• Kota Batu Mulai Pengolahan Sampah di Desa, Wali Kota Dewanti Resmikan TPST3R di Oro-oro Ombo
• Semudah Ini Polisi Gadungan Meniduri Cewek yang Baru Dikenal via MiChat, Terhimpit Ongkos Pernikahan
• Surat Cewek SMP Bongkar Kejahatan Sang Paman, Tak Hanya Dipaksa Jadi Budak, Tapi Ada Kekejaman Lain
Sementara Kota Palopo memiliki 48 kelurahan, namun 12 di antaranya ingin menjadi desa. Kondisi itu membuat dirinya belajar ke Kota Batu yang memiliki kelurahan serta desa.
“Kedatangan kami untuk belajar ke Kota Batu yang mirip dengan Kota Palopo. Di Kota Palopo, ada beberapa kelurahan yang berciri desa. Sebagian kelurahan kami ingin berubah menjadi desa.” Terang politisi Golkar ini setelah menemui Punjul, Rabu (11/3/2020).
Baharman mempelajari status desa yang ada di Kota Batu. Melihat sistem yang berjalan di Kota Batu, menurutnya karakteristik desa di Kota Batu bisa diterapkan di kelurahan yang ada di Kota Palopo.
Terutama soal pengelolaan desa yang menjadi tujuan wisata.
“Palopo memiliki kemiripan wisata, hanya di sini tidak ada pantainya. Terus kemiripan lainnya, seperti sejarah sebagai kota otonom,” ungkapnya.
Tantangan yang dihadapi di Kota Palopo saat ini adalah kelurahan yang tidak penduduknya tidak sebanyak seperti kelurahan di Kota Batu.
Kata Baharman, ada beberapa kelurahan di Kota Palopo yang penduduknya hanya ribuan. Selain itu, juga ada kelurahan yang belum tersambung dengan listrik.
“Di sini ramai pendudukanya, kalau di sana kelurahan warganya ribuan, harusnya dia desa. Kemudian di sana penduduknya belum pakai listrik, tapi dilabeli kelurahan dan dipimpin lurah. Sementara di sini ada desa berkarakter kelurahan,” terangnya.
Punjul menjelaskan, Pemkot Batu sangat konsen terhadap pemberdayaan desa, terutama mewujudkan desa berdaya seperti pada visi dan misi kepala daerah.
Oleh sebab itu, perhatian pemerintah terhadap desa, termasuk kelurahan menjadi prioritas.
“Banyak yang belajar terkait pengelolaan desa ke Kota Batu. Konsep kami memang menjadi desa itu sebagai tujuan wisata salah satunya,” kata Punjul.
Di sisi lain Punjul juga menjelaskan bahwa peranan pemerintah untuk mendampingi desa sangat penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wali-kota-batu-punjul-santoso-kunjungan-palopo.jpg)