Penanganan Virus Corona di Malang
Diliburkan Karena Wabah Corona, Para Bocah Ini Malah Main di Warnet di Kota Malang
Banyak pelajar yang seharusnya berada di rumah malah bermain di luar rumah setelah Pemkot Malang meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Satpol PP Kota Malang menemukan banyak pelajar yang seharusnya berada di rumah malah bermain di luar rumah setelah Pemkot Malang meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Sesuai instruksi wali Kota Malang, pelajar SD sampai SMP diliburkan selama 14 hari.
Peliburan ini terkait wabah corona yang sudah masuk Indonesia.
"Kami menemukan banyak pelajar yang bermain di warnet dan rental PS di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Klojen pada hari ini," ujar Anton Viera, Kasie Operasi Satpol PP Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (18/3/2020).
Pihaknya menemukan hampir 70 bocah usia pelajar dalam operasi di sembilan tempat pada hari ini, .
"Mayoritas dari mereka adalah pelajar SMP. Akhirnya kami minta mereka untuk berhenti main, dan meminta segera pulang ke rumahnya," terangnya.
Pantauan SURYAMALANG.COM, ada dua pelajar SMPN di Kota Malang sedang berada di warnet dekat Plaza Dieng.
Karena sibuk main game, dua pelajar itu tidak mengetahui kedatangan petugas Satpol PP.
Awalnya pelajar tidak mengaku sebagai pelajar SMP. Saat diminta menunjukkan kartu identitas, bocah itu tidak bisa menunjukkan KTP.
Akhirnya dua pelajar itu diminta segera mematikan komputernya dan pulang ke rumah.
Anton Viera menambahkan pihaknya akan terus menggiatkan kegiatan seperti ini.
"Tidak hanya di dua kecamatan saja. Kami juga keliling di semua kecamatan di Kota Malang. Kami juga akan cek tempat hiburan malam dan kafe," jelasnya.
Sementara itu pelajar SMP yang enggan disebutkan namanya itu mengaku bosan di dalam rumah.
"Akhirnya say amengajak teman saya untuk bermain game online di warnet," tandasnya.