Penanganan Virus Corona di Malang

Update Jumlah Positif Corona di Kabupaten Malang 4 Orang, Jumlah ODP 40 Orang dan 15 PDP

Melalui laman resminya pada Kamis (26/3/2020) disebutkan ada 4 jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Salah satu pasien positif COVID-19 telah m

Update Jumlah Positif Corona di Kabupaten Malang 4 Orang, Jumlah ODP 40 Orang dan 15 PDP
Kompas.com
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Satgas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Kabupaten Malang menyampaikan data terbaru jumlah orang positif COVID-19 atau terjangkit virus corona.

Melalui laman resminya pada Kamis (26/3/2020) disebutkan ada 4 jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Salah satu pasien positif COVID-19 telah meninggal dunia. Sementara 3 pasien positif corona tengah dirawat.

UPDATE Kasus Positif Corona di Jatim Bertambah Jadi 59 Orang, Kediri & Gresik Kini Jadi Zona Merah

DICARI Relawan Penjahit Untuk Buat 500 APD Untuk Tenaga Medis Hadapi Covid-19 di Malang dan Blitar

Pusat Perbelanjaan & Mall di Kota Malang Diimbau Tutup Sampai 7 April 2020, Cegah Penyebaran Corona

Ada 40 orang masuk dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP). 38 orang di antaranya sedang dalam proses pemantauan.

Sedangkan 2 orang, telah selesai pemantauan.

Di Kabupaten Malang total ada 15 pasien dalam pengawasan (PDP). 8 diantaranya masih dirawat. Sedangkan 7 lainnya telah pulang dan dinyatakan sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan, pelaksanaan Rapid Tes masih menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Apabila rapid test nanti sudah diterapkan, tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat yang menangani langsung pasien terpapar Covid -19 bakal mendapat prioritas.

"Jika itu sudah ada, yang paling prioritas adalah tenaga medis yang langsung berhubungan dengan pasien. Satu persatu dari mereka akan ikut Rapid Test," ujar Arbani ketika dikonfirmasi, Kamis (26/3/2020).

Arbani menambahkan, orang yang berhak mendapat rapid test adalah warga yang berhubungan dengan pasien yang terpapar virus corona.

Pelaksanaan rapid test dilakukan tidak secera massal.

Testnya akan ditangani oleh rumah sakit dan Puskesmas.

"Tidak dilakukan rapid test secara massal. Itu akan membuat kerumunan jadi berisiko," tutur Arbani.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved