Berita Malang Hari Ini

2,5 Tahun Pimpin Humas RSSA Malang, Rusyandini Bersahabat dengan Wartawan

Dini adalah corong utama penyebaran informasi seputar rumah sakit. Ya, dia adalah Kasubag Humas Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Editor: Zainuddin
Rusyandini Perdana Putri bersama tim humas RSSA Malang 

MALANG - Nama Rusyandini Perdana Putri kerap muncul di media massa.

Betapa tidak, Dini, sapaan akrabnya, adalah corong utama penyebaran informasi seputar rumah sakit.

Dia adalah Kasubag Humas Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Bergerak di bidang kehumasan mengharuskan Dini untuk bekerja ekstra.

Ia harus tahu segala hal seputar rumah sakit. Kemudian, melayani kebutuhan akses informasi dari para wartawan.

Perempuan 37 tahun itu mengabdi sebagai Kasubag Humas RSSA Malang selama 2,5 tahun.

Selama itu pula ia menjadi referensi wartawan mengupdate informasi di RSSA Malang.

Dini dikenal supel, ramah, dan bersahabat dengan wartawan.

Di lingkungan kerjanya, tidak ada perlakuan istimewa baik bawahan ataupun pihak eksternal seperti wartawan.

Bagi Dini, semua sama. Sama-sama istimewa dan luar biasa.

Rusyandini Perdana Putri bersama Gubernur Jatim, Khofifah
Rusyandini Perdana Putri bersama Gubernur Jatim, Khofifah ()

Setiap pekerjaan tuntas, ia senantiasa memberikan apresiasi kepada rekan kerjanya. Tak heran jika pekerjaan kehumasan diacungi jempol banyak pihak.

Bisa jadi, karena motto hidupnya adalah Hal Baik Jangan Ditunda.

Apa yang diyakini baik, harus dilakukan segera baik individu maupun kerjasama.

Dulu, sebelum Humas RSSA Malang dibawah pimpinannya, tak sedikit pihak luar para pencari informasi mengeluh.

Itu lantaran kinerja kehumasan tidak optimal. Pemberian akses informasi lelet, SDM yang kaku, dan tidak terbuka atas informasi publik.

Dini yang saat itu seorang Staf BKD Jawa Timur, ditunjuk oleh Gubernur Jatim untuk menduduki jabatan Kasubag Humas RSSA Malang.

Sejak saat itu Humas RSSA Malang mulai terbuka dan banyak informasi yang mudah diakses melalui pintu kehumasan.

Sejak itu pula kedekatan dengan wartawan dijalin. Mulai dari bikin media komunikasi para wartawan, sehingga kebutuhan informasi dapat diberikan dengan cepat dan tanggap.

Perubahan itu ada ketika perempuan yang hobi menanam bunga ini hadir memimpin jalannya aktivitas kehumasan di lingkungan RSSA Malang.

Banyak perubahan yang dilakukan mulai dari penyebaran kegiatan di media sosial, portal media mainstream, bahkan kerjasama dengan beberapa media dilakukan.

"Kami sangat dekat dengan temen-temen wartawan. Sinergitas selalu kami jalin. Humas dan wartawan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Harus bersinergi," ujar Dini.

Hal seperti itu lah yang membuat perbedaan dengan sebelumnya.

Selama 2,5 tahun, Dini menjadi ujung tombak penyebaran informasi resmi dari humas RSSA Malang.

"Alhamdulillah, senang bisa berjuang untuk RSSA Malang dan Pemprov Jatim melalui humas."

"Semoga pengabdian selama ini, terutama penyebaran informasi bagi masyarakat, menjadi amal ibadah kami," tutur alumni IPDN Angakatan XIII itu.

Kini, Dini tak lagi dihubungi wartawan untuk dimintai konfirmasi.

Tepat 10 April 2020, ia berulang tahun. Sebagai hadiah, ia dipercaya sebagai Kasie Penelitian RSSA Malang.

Sosok perempuan ramah itu telah dilantik 4 April 2020 lalu untuk menduduki jabatan barunya.

"Terima kasih kerjasama dan dukungan semua pihak selama saya menjadi Kasubag Humas RSSA Malang, khususnya bimbingan dan arahan dari Jajaran direksi, paea dokter dan perawat serta seluruh tim karyawan RSSA Malang. Ingat, hal baik jangan ditunda. Tuntaskan," tegasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved