Virus Corona di Tulungagung

Pemerintah Diharap Beri Kompensasi Untuk Pemilik Warkop, Efek Warung Kopi Diharuskan Tutup

Pawahita mendukung penutupan warkop diberlakukan secara adil, Namun meminta kompensasi untuk para pemilik warkop yang terdampak secara ekonomi

SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Petugas gabungan TNI, Polisi dan Satpol PP merazia warkop yang mengabaikan physical distancing, Selasa (15/4/2020). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Forkopimda melalui Polres Tulungagung mengeluarkan larangan warung kopi (Warkop) beroperasi, mulai Rabu (15/4/2020) pukul 11.00 WIB.

Larangan ini diberlakukan kembali, karena banyak Warkop yang dinilai tidak patuh dengan ketentuan.

Ketua Paguyuban Warung Hiburan Tulungagung (Pawahita), Suyono Pujianto mengakui kondisi itu.

Perangi Penjahat di Kota Malang, Polresta Malang Kota Siaga Curanmor, Curat dan Vandalisme

Satreskoba Polresta Malang Kota Bekuk Pengedar Sabu dan Ineks, BB 4,2 Ons Sabu dan 4.360 Butir Ineks

Modus Mucikari Tawarkan 600 Perempuan, Manfaatkan Facebook dan WhatsApp Hingga Kelompokkan Pelanggan

Menurutnya, ada warkop yang diam-diam menyalakan jaringan wifi dan buka lebih dari pukul 21.00 WIB.

"Padahal kelonggaran yang diberikan sebelumnya, boleh buka maksimal pukul 21.00 WIB," ujar Yono.

Akibatnya banyak orang yang nongkrong di warkop hingga larut malam.

Bahkan diam-diam ada yang mengoperasikan ruang karaoke.

Padahal seluruh fasilitas karaoke diwajibkan berhenti operasi selama pandemi virus corona.

Kondisi ini juga menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat.

Sebab di antara pemilik warkop ada yang saling melaporkan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved