Breaking News:

Virus Corona di Batu

Pemkot Batu Pesan 1600 Alat Rapid Test, Gugus Tugas Covid-19 : Dalam Perjalanan dari Jakarta

Sejauh ini Pemerintah Kota Batu telah menggunakan 100 alat rapid tes dan kini hanya menyisakan 20 alat yang belum digunakan.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI ALAT RAPID TEST - Pedagang menunjukan hasil rapid test yang dilakukan Pemkab Malang di Pasar Lawang, Kamis (16/4/2020) 

SURYAMALANG.COM, BATUPemkot Batu melalui Gugus Tugas Covid-19 Batu menyatakan telah memesan 1.600 alat rapid test yang akan segera tiba.

Lebih dari seribu alat rapid test itu dipsan dari Jakarta dan kini sudah pada proses pengiriman.

Sejauh ini Pemerintah Kota Batu telah menggunakan100 alat rapid tes dan kini hanya menyisakan 20 alat yang belum digunakan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori mengatakan kalau Kota Batu mendapat kiriman 120 alat rapid tes dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, Pemkot Batu tengah memesan alat rapid test sendiri yang lebih banyak dari Jakarta.

“Rapid test bantuan Provinsi Jatim jumlahnya 120 strip dan sudah digunakan. Saat ini tinggal 20 strip. Namun demikian, rapid test hasil pemesanan tahap satu sebanyak 1600 strip dari Dinas Kesehatan Batu sudah berjalan dan masih proses pengiriman barang dari Jakarta,” ujar Chori, Jumat (17/4/2020).

Chori menjelaskan, rapid test diprioritaskan kepada para tenaga medis terlebih dahulu. Kemudian kelompok orang yang masuk kategori PDP serta ODP.

“Prioritas tenaga medis karena mereka garda terdepan. Kedua mereka yang masuk kategori yang ada gejala. Kami lakukan secara selekstif," jelasnya.

Sementara itu, Chori kembali menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu belum berkeinginan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hingga Jumat (17/4/2020) siang, laporan jumlah kasus aktif pasien positif Covid-19 di Kota Batu ada satu orang. Satu orang lainnya telah dinyatakan negatif.

“Sudah kami sampaikan sebelumnya bahwa pemerintah Kota Batu belum mengajukan PSBB karena ada syarat utama yang harus dipenuhi sesuai PP No 21 Tahun 2020 tentang PSBB, yaitu PSBB harus memenuhi kriteria adanya peningkatan jumlah kasus dan atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah serta terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain. Sementara data di Kota Batu sampai saat ini masih 2 orang yang konfirm dan 1 sudah sembuh,” tegasnya.

Chori juga menjelaskan terkait adanya inisiatif di masing-masing tingkat desa yang memberlakukan pembatasan untuk mendukung physical distancing di sejumlah wilayah.

Seperti halnya di kawasan Kecamatan Junrejo, diberlakukan pembatasan 24 jam penuh selama Sabtu dan Minggu. Sementara pada Jumat, hanya diberlakukan mulai pukul 9.00 hingga 24.00 WIB.

“Yang di desa itu bukan lockdown, kegiatan tersebut inisiatif masyarakat sebagai upaya peningkatan kewaspadaan dan pengawasan di wilayahnya dengan tujuan pencegahan Covid-19 dan menjaga keamanan wilayah. Selain itu kegiatan ini juga tidak tidak dilakukan secara terus menerus hanya dalam waktu tertentu saja,” tegasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved