Kesehatan

Hasil Temuan Ilmuwan China Tentang Mutasi Virus Corona, Kemampuan Agresifnya Masih Diremehkan

Hasil penemuan dalam sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan China menyebutkan, virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 ternyata bermutasi.

Editor: eko darmoko
SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 dalam bentuk 3D 

Studi lain juga menemukan strain virus corona di New York telah 'diimpor' dari Eropa, sehingga tingkat kematian di negara bagian ini serupa dengan di banyak negara di Eropa.

Kendati demikian, Prof Li mengingatkan mutasi yang lebih lemah bukan berarti risiko infeksi virus corona penyebab Covid-19 ini juga lebih rendah bagi semua orang.

Di Zhejiang, dua pasien berusia sekitar 30 tahun dan 50 tahun yang tertular strain virus corona yang lebih lemah menjadi sakit yang parah.

Ilustrasi Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona (Stocktrek Images/Getty Images via Kompas.com)

Meskipun keduanya pada akhirnya dapat bertahan, namun pasien yang lebih tua membutuhkan perawatan di unit perawatan intensif.

Ukuran sampel dalam penelitian terbaru ini sangat kecil.

Studi lain yang melacak mutasi virus biasanya melibatkan ratusan, atau bahkan ribuan strain.

Tim Li mendeteksi lebih dari 30 mutasi virus corona dan di antara mereka sebanyak 19 mutasi atau sekitar 60 persen adalah mutasi virus baru.

Mereka menemukan beberapa mutasi ini dapat menyebabkan perubahan fungsional pada spike protein virus, struktur unik di atas selubung virus yang memungkinkan virus corona mengikat sel manusia.

Untuk memverifikasi teorinya, Li dan rekannya menginfeksi sel dengan strain yang membawa mutasi berbeda.

Jenis yang paling agresif dapat menghasilkan viral load hingga 270 kali lebih banyak dibandingkan jenis yang paling lemah.

Strain ini juga membunuh sel-sel dengan sangat cepat.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved