Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Besaran THR Jatim 2020 Saat Pandemi Covid-19, Wajib Dibayar Maksimal H-7 Lebaran

Perusahaan atau pengusaha wajib membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri meskipun dalam kondisi pandemi virus corona atau Covid-19.

Kompas.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Perusahaan atau pengusaha wajib membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri meskipun dalam kondisi pandemi virus corona atau Covid-19.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa minta seluruh perusahaan membayar THR yang menjadi hak karyawan.

"Perusahaan wajib memberi THR kepada seluruh pekerja/buruh yang masih aktif bekerja, dirumahkan, atau karyawan yang dalam proses PHK," ungkap Khofifah kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (10/5/2020).

Pekerja dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau pekerja tetap dan mengalami PHK terhitung sejak 30 hari sebelum hari raya keagamaan (PHK terhitung sejak 24 April 2020) berhak menerima THR.

Sedangkan pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) namun hubungan kerjanya berakhir sebelum hari raya keagamaan, maka tidak mendapat THR.

Besaran THR adalah pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau setahun secara terus menerus atau lebih berhak mendapat THR sebesar 1 bulan gaji.

Sedangkan pekerja/buruh yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan berhak mendapat THR secara proporsional sesuai masa kerja.

Perhitungannya, masa kerja dikali 1 bulan gaji, kemudian dibagi 12 (bulan).

"THR sudah diatur dalam Permenaker 6/2016, dan perusahaan harus mematuhi. Sesuai aturan, pengusaha wajib membayar THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan," imbuhnya.

Jangan sampai perusahaan menggunakan alasan pandemi Covid-19 untuk tidak membayar THR.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved