Virus Corona di Kota Batu
Pemantauan Pergerakan Orang Masuk-Keluar Kota Batu Perlu Diperketat
Meskipun dalam masa kenormalan baru, bukan berarti kedisiplinan terhadap protokol kesehatan turun
Penulis: Benni Indo | Editor: isy
Pekerjaannya sebagai pedagang sayur di Pasar Besar Batu dan domisili di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.
Sebelumnya, pasien ke-14 masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).
Pasien ke-14 ini merupakan tetangga 1 RT dengan pasien konfirm ke-8 yang pekerjaannya sebagai tukang ojek Pasar Besar Batu.
Selain itu pasien ke-14 pernah kontak dengan pasien ke-8.
Pasien tidak memiliki riwayat penyakit penyerta dan tidak memiliki riwayat perjalanan kecuali dari rumah ke Pasar Besar Batu.
Berdasar informasi, pada 24 Mei 2020 pasien kedatangan anaknya dari Malang untuk bersilaturahmi.
Hasil pelacakan, pada saat kegiatan pemeriksaan tes cepat massal yang dilakukan oleh Tim Dinas Kesehatan dan Puskesmas Sisir pada pedagang pasar, diketahui pasien ke-14 dan suaminya memilik hasil yang sama sama yaitu reaktif baik Ig G dan IgM.
Dengan hasil ini selanjutnya tim dari puskesmas pada 24 Mei 2020 pukul 13.45 WIB menindaklanjuti dengan pemeriksaan swab baik pasien maupun suaminya.
“Hasil sample swab dikirim ke RSUB Malang tanggal 25 Mei 2020 pukul 08.00 WIB dan hasilnya baru keluar siang tanggal 31 Mei 2020, sementara hasil swab suaminya masih belum keluar,” ujar Chori.
Tindak lanjut melakukan pelacakan kontak erat khususnya anggota keluarga.
Dilakukan pelacakan pada keluarga dekat yaitu suami dan anak.
Hasil tes cepat suami reaktif baik Ig G maupun Ig M.
Per hari ini, suaminya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan swab.
Sedangkan pasien dari Desa Pandanrejo memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 ke-10.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/petugas-satlantas-polres-batu-memantau-kendaraan-di-perbatasan-kabupaten-malang.jpg)