Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona di Malang Batu Surabaya Jatim, Minggu 14 Juni 2020: Positif 210 Sembuh 81 orang

Update virus corona di Malang Batu Surabaya Jawa Timur hari ini Minggu 14 Juni 2020: Positif 210 Sembuh 81 orang

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase FAZRY ISMAIL/EPA-EFE
update virus corona di Malang hari ini Minggu 14 Juni 2020 

*Catatan: angka persebaran covid-19 di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Data di atas dikutip dari http://infocovid19.jatimprov.go.id dan https://lawancovid-19.surabaya.go.id/

- Berikut update berita terkait corona di Malang, Batu, Surabaya dan Jawa Timur:

1. Pemkot Malang Belum Berencana Gelar Rapid Test Massal

Ilustrasi - rapid test di Pasar Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Ilustrasi - rapid test di Pasar Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. (erwin wicaksono/suryamalang.com)

Ada kasus positif Covid-19 yang dirawat berjumlah 45 orang dari total 86 kasus di Kota Malang per Jumat (12/6/2020) malam.

Tapi, Pemkot Malang belum berencana menggelar rapid test massal.

Pemkot Malang bersama Forkopimda Kota Malang hanya menggelar rapid test saat melakukan operasi gabungan rutin.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan pihaknya mempertimbangkan beberapa hal, seperti harga satuan alat rapid test cukup mahal ,dan jumlah warga Kota Malang hampir satu juta jiwa.

"Pastinya tidak mungkin. Jumlah warga Kota Malang sekitar 900.000 jiwa. Itu pasti akan menggelontorkan banyak anggaran. Karena ini juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah," ucap Sutiaji beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Pemkot Malang sendiri telah menyiapkan 10.000 alat rapid test.

Rapid test tersebut diprioritaskan kepada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Kemudian kepada masyarakat dan petugas yang rentan terpapar Covid-19 atau virus corona tersebut.

"Pertimbangannya memang seperti itu. Rencana ke depan kami akan melakukan pengadaan untuk menambah alat rapid test," ucap Sri Winarni, plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang.

Sri Winarni menjelaskan seperti halnya di setiap pasar tradisional harus dibekali oleh thermo gun.

Jika suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius, maka orang tersebut harus menjalani rapid test.

Apabila hasilnya reaktif, maka orang tersebut diharuskan juga untuk menjalani swab test.

"Prosedurnya sudah seperti itu. Kalau kita mendapati orang dengan suhu tubuh di atas normal, baru kita lakukan rapid test," tandasnya.

2. Ibu di Gresik Berhasil Sembuhnya Bayinya dari Virus Corona 

ilustrasi bayi
ilustrasi bayi (IST via TribunJogja.com)

Bayi berusia satu tahun di Gresik yang awalnya terinfeksi virus corona atau Covid-19, kini dinyatakan sembuh.

Bayi berinisial MY ini berhasil sembuh setelah sang ibu merawatnya dengan tuntunan dari dokter tanpa bertatap muka.

Kesembuhan MY, tak lepas dari peran sang ibu yang enggan disebutkan namanya itu.

Dia mengaku bermodalkan rasa optimistis, bayi yang baru dilahirkannya pada tahun lalu bisa sembuh dari virus asal Wuhan China itu.

Menurutnya, ada sisi baik yang bisa diambil setelah menyembuhkan anaknya dari Covid-19.

Gaya hidup lebih teratur dan selalu mementingkan protokol kesehatan terutama rajin cuci tangan.

Ibu MY mengatakan, buah hatinya itu awalnya terpapar Covid-19 dari kakeknya yang akan berangkat ke rumah sakit karena menderita sakit diabetes.

"Sebelum berangkat sempat salaman, memegang pipi MY. Ternyata sampai rumah sakit kakek positif Covid-19," kata dia, Sabtu (13/6/2020).

Hal ini sempat membuatnya kaget bukan main.

Karena ibu MY bersama suami dan buah hatinya masuk dalam tracing. Kemudian mereka dilakukan rapid test dan swab.

Hasilnya, mereka non reaktif rapid test. Namun, petugas medis melakukan tes swab kepada MY.

Mengingat MY yang masih bayi. Ternyata dari hasil swab itu menunjukkan bayi berusia satu tahun ini terkonfirmasi positif Covid-19.

Ibu MY tidak dapat menutupi kesedihannya, suami yang berada di sampingnya berusaha menenangkannya.

Pikirannya saat itu kalang kabut. Membayangkan buah hatinya akan diisolasi di ruangan yang tidak dapat dikunjungi orang sekalipun.

Hatinya semakin pilu saat mendengar buah hatinya menangis usai di swab.

Dia merasa ini menjadi perjalanan terberat di hidupnya. Meskipun kondisi MY sehat tanpa gejala sedikit pun.

"Apalagi diberi tahu dokter bahwa belum ada obatnya. Perasaan saya syok," kata dia.

Dia berusaha menghapus segala perasaan sedih, gundah gulana, kecemasan yang menyelimutinya selama beberapa jam itu.

Rasa optimisnya tumbuh ketika mengingat bahwa imun yang kuat akan mengalahkan Covid-19.

Dia menyembuhkan anaknya sendiri di rumah. Namun, dengan anjuran dan pantauan tim medis.

"Saya jemur di depan rumah setiap pagi selama satu jam hanya pakai popok saja."

"Sekitar pukul 06.30 Wib sampai 07.30 WIB. Kalau MY sudah berkeringat, waktunya saya mandikan," ucapnya.

Perasaan yakin akan sembuh membuatnya semakin percaya diri menjalani hari. Apalagi MY tidak memiliki sakit.

"Sayur menu wajib bagi anak saya. Kadang saya beri udang juga," terangnya.

Dalam sehari, anaknya makan sebanyak tiga kali. Tak ayal berat badan bayi satu tahun itu bertambah menjadi 12 Kg.

Tidak ada kata cemas dalam kamus hidupnya demi kesembuhan sang buah hati.

Petugas medis juga menyarankan agar memberikan vitamin tambahan.

"Semua saya lakukan. Meskipun, suami saya juga sudah dua bulan tidak bekerja karena terdampak pandemi Covid-19."

"Alhamdulilah masih ada pemasukan dari jualan di online shop saya," tambahnya.

Setiap hari dia berkomunikasi dengan tenaga medis untuk menginformasikan perkembangan buah hatinya itu melalui video.

MY terlihat lebih berisi membuat para tenaga medis tidak mengira ada virus corona.

Hingga akhirnya, senyum ibu MY kembali merekah ketika hasil dua kali swab menunjukkan sudah negatif Covid-19 atau sembuh.

Perjuangannya selama kurang dari satu bulan ini membuahkan hasil.

"Alhamdulilah tidak ada proses yang mengkhianati hasil. Semalam diberi tahu hasil swab dan dinyatakan negatif. Plong rasanya, lega sekali," ucapnya.

Dikatakannya, hal ini membuatnya mendapat pelajaran berharga untuk memulai hidup sehat agar tidak kembali terulang kejadian serupa.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Saifudin Ghozali mengatakan masih ada anak yang sedang dirawat karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat ini perkembangannya cukup menggembirakan. Kondisi dan progres sangat bagus

"Masih ada empat anak positif Covid-19," pungkasnya. 

(Mochammad Rifky Edgar/Willy/Sarah Elnyora/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved