Belajar di sekolah Hanya Berlaku di Zona Hijau, Mendikbud : Keputusan Masuk dan Tidak di Orangtua
Sekolah di zona hijau, jumlah siswa yang masuk yang diperbolehkan kapasitas 50 persen di dua bulan pertama di masa transisi. Wajib protokol kesehatan
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim secara resmi telah menyampaikan konsep pendidikan di tahun ajaran baru di masa pandemi virus corona ini.
Nadiem Makarim, memberikan pernyataan saat siaran langsung pengumuman keputusan panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun akademik baru di masa pandemi Covid-19, Senin sore (15/6/2020).
Dinyatakan, proses belajar mengajar kembali ke sekolah hanya boleh untuk daerah yang masuk zona hijau yang hanya 6 persen dari populasi.
Itupun perlu dilakukan dengan penerapan masa transisi dulu dua bulan pertama.
Bagi daerah yang masuk zona kuning, oranye dan merah, dilarang melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Zona ini ada 94 persen populasi. Maka pembelajaran tetap dilakukan secara daring.
Dikatakan sekolah di zona hijau yang boleh pembelajaran tatap muka harus memenuhi banyak hal dengan protokol ketat.
Termasuk kesiapan sarana prasarana dan akses ke kesehatan. Selain itu ada ada izin orangtua untuk bersekolah.
Untuk itu, pemerintah daerah boleh mengambil keputusan membuka sekolah.
Alasan tiga zona dilarang karena mencapai 94 persen populasi karena rawan pada penyebaran Covid-19.
Sekolah di zona hijau, jumlah siswa yang masuk yang diperbolehkan kapasitas 50 persen di dua bulan pertama di masa transisi.
Di masa itu wajib bermasker, menjalankan protokol kesehatan.
Acara yang dipandu oleh Sesjen Kemendikbud itu juga memberikan pertanyaan yang masuk ke Mendikbud tentang bagaimana jika orangtua takut anaknya terpapar Covid-19 jika masuk sekolah?
"Keputusan masuk dan tidak ke sekolah, keputusannya di orangtua meski sekolah ada tatap muka," jelasnya.
Jadi, siswa juga diperbolehkan jika tetap belajar dari rumah.
Selain itu juga ada pertanyaan Ortu masih khawatir pandemi. Sehingga sebagian minta agar sekolah baru dibuka Desember 2020.