Nadiem Makarim Pastikan Pemerintah tidak akan Melebur Pelajaran Agama dengan PPKN

Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan angkat bicara soal isu terkait peleburan mata pelajaran PPKN dengan Agama.

Penulis: Farid Farid | Editor: Adrianus Adhi
Instagram @nadiemmakarrim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim 

“Akar dan dasar daripPendidikan nasional ini pada tahapan selanjutnya menjadi rujukan untuk menentukan tujuan pendidikan, kebijakan, dan program pendidikan nasional."

"Jadi tidak bisa materi pelajaran yang bersumber pada akar pendidikan nasional kemudian dihilangkan atau digabung dengan materi lainnya,” katanya.

Dia menegaskan, materi Pendidikan Agama saat ini sangat diperlukan untuk ditanamkan bagi para peserta didik.

Materi Pendidikan Agama yang dimaksud adalah materi pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai toleransi, nilai-nilai inklusivitas, dan sikap moderasi dalam kehidupan.

Materi-materi tersebut sangat diperlukan di tengah maraknya cara pandang keagamaan kaku dan keras yang muncul di sebagian kalangan masyarakat akhir-akhir ini.

“Agama bagi manusia Indonesia merupakan salah satu rujukan nilai, maka jangan sampai rujukan tersebut dipenuhi dengan cara pandang keagamaan yang sempit dan jumud."

"Sekolah bisa menjadi salah satu media untuk menyebarkan nilai-nilai agama yang ramah dan penuh kasih sayang,” tegasnya.

Pun begitu dengan materi PPKN, kata Huda, tidak boleh dihilangkan atau digabung dengan materi lainnya.

Menurutnya, PPKN merupakan perwujudan dari akar pendidikan yang mendasarkan pada kebudayaan nasional.

Apalagi, PPKN diperlukan peserta didik untuk merawat nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai cinta Tanah Air.

“Kebudayaan nasional merupakan endapan kegiatan dan karya manusia Indonesia."

"Pancasila merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan nasional yang menjadi konsensus kita sebagai sebuah bangsa."

"Nilai-nilai tersebut tetap butuh kita sampaikan pada anak didik kita,” paparnya.

Huda menyarankan Kemendikbud lebih berhati-hati agar jangan sampai draf pembahasan yang berisi kajian sensitif atau masih dalam proses penyusunan, bocor ke publik.

“Kita tidak ingin muncul kegaduhan dan persepsi macam-macam kepada pemerintah hanya karena persoalan tidak bisa menjaga kerahasiaan data,” tuturnya.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial terkait materi diskusi mengenai penyederhanaan kurikulum di kalangan Kemendikbud.

Berdasarkan informasi yang juga beredar di beberapa grup percakapan daring tersebut, tampak sebuah paparan usulan peleburan mata pelajaran Agama kelas 1-3 Sekolah Dasar. 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved