Virus Corona di Malang

LTMPT Belum Merespon Terkait Wacana UTBK-SBMPTN di kota Malang Hanya Untuk Peserta Asal Malang Raya

Prof Budi Prasetyo, Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT belum memberi jawaban soal rencana Walikota Malang berkirim surat ke LTMPT

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan rakor gugus tugas Covid-19 antara lain membahas rencana pelaksanaan UTBK SBMPTN di Kota Malang, Kamis (25/6/2020). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai penyelenggara UTBK-SBMPTN belum merespon permintaan atau arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Malang yang juga wali kota Malang, Sutiaji.

Seperti diberitakaan sebelumnya Sutiaji meminta penyelenggaraan UTBK-SBMPTN di kota Malang hanya berlaku bagi peserta yang berasal dari Malang Raya.

Permintaan itu disampaikan mengingat saat ini kondisi kota Malang masih belum aman dari penyebaran Covid-19 dan tidak ingin lahir klaster baru saat pelaksanaan UTBK-SBMPTN di kota Malang.

Prof Budi Prasetyo, Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT belum memberi jawaban soal rencana Walikota Malang berkirim surat ke LTMPT agar yang ikut ujian di dua pusat UTBK Kota Malang hanya peserta dari Malang Raya.

"Terima kasih infonya," jawab Budi saat dikonfirmasi suryamalang.com, Jumat (26/6/2020).

Sebelumnya, Rektor UB Prof Dr Nuhfil Hanani sudah menyampaikan surat terkait boleh tidaknya penyelenggaraan UTBK-SBMPTN di Kota Malang, ia menjawab tidak boleh.

Dua rektor yaitu UM dan UB disebut walikota juga sudah berkomunikasi lewat telepon dengannya terkait itu sehingga kemudian diadakan Rakor di balai kota.

Karena itu, Wali kota akan bersurat ke LTMPT sebagai penyelenggara ujian UTBK-SBMPTN.

Hal ini karena khawatir ada klaster baru jika semua diizinkan ujian dari 23.000 pendaftar.

Sedang jika hanya pendaftar Malang Raya diperkirakan tinggal separuhnya, yaitu 11.000 an peserta.

Sebab dari UTBK UB sekitar 5300 an dari 19.000 pendaftar. Dan dari UM juga sekitar angka 5000 an karena pendaftar Malang Raya sebanyak 45 persen dari 12.414 pendaftar.

Jika 11.000 an peserta, maka ujian tahap pertama yang dilaksanakan mulai 5 Juli 2020 untuk peserta sesi 1 dan 3 saat mendaftar dulu, maka waktunya hanya tiga harian.

Namun sisa pendaftar yang dari daerah Jatim dan provinsi lain masih tersisa cukup banyak untuk tahap dua (20-25 Juli 2020).

UB sebanyak 13.000 an dan UM masih 55 persen dari peserta.

Wakil Rektor III UM, Dr Muarifin menyatakan dengan masih ada pandemi Covid-19, memang banyak kegiatan yang direschedul, refocusing baik akademik dan non akademik.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved