ITS-Unair Batasi Pengantar Peserta UTBK SBMPTN, Disediakan Area Drop Zone di Lokasi Ujian

Untuk ketentuan pengantar, ITS hanya menganjurkan total pengantar berjumlah dua orang dan hanya bisa menurunkan peserta di drop zone yang disediakan

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
UTBK-SBMPTN 2020 

Untuk meningkatkan keprofesionalan kinerjanya, mereka juga sudah diberikan pembekalan dan simulasi mengenai kepengawasan dalam UTBK.

“Pembekalannya dilakukan dalam dua sesi, yakni pagi dan siang pada tanggal 22 Juni lalu,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan UTBK 2020, kata Unggul, ITS telah mempersiapkan perangkat komputer yang akan digunakan peserta ujian. “Untuk ketersediaannya sudah sangat mencukupi,” tegasnya.

Bahkan, menurut dosen Teknik Mesin ini, ITS juga sudah melakukan persiapan ruangan untuk lokasi ujian.

Untuk hal ini, ITS telah bekerja sama dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan IT Telkom Surabaya.

“Kerja sama yang dilakukan ini dalam bentuk peminjaman lokasi ujian,” jelas Unggul.

Terkait situasi pandemi Covid-19 yang belum usai, lanjut Unggul, dalam persiapannya ITS menambahkan Sub Koordinator Protokol Covid-19 dalam kepanitiaan pusat UTBK.

Hal ini mendukung pelaksanaan UTBK Hybrid sesuai konferensi pers dari LTMPT sebelumnya. Sehingga untuk meningkatkan protokol kesehatan saat UTBK, ITS berkoordinasi dengan Polsek Sukolilo dan Gayungan serta Satgas Covid-19 Kota Surabaya. “Kami juga menyediakan tenaga medis di tempat ujian,” bebernya.

Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan peserta sendiri, Unggul menyebutkan bahwasannya peserta harus mengikuti protokol kesehatan mulai dari pengukuran suhu, mencuci tangan, memakai hand sanitizer, memakai masker dan face shield, serta menggunakan sarung tangan.

UTBK 2020 yang akan digelar pada 5 - 14 Juli untuk tahap I dan 20 - 29 Juli untuk tahap II, terdapat dua sesi ujian dari yang awalnya dijadwal empat sesi.

Untuk sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00-11.15 dan sesi kedua dilaksanakan pukul 14.00-16.15 waktu setempat.

Masing-masing sesi diberi jeda waktu selama 2 jam 45 menit untuk melaksanakan protokol kesehatan. Serta total peserta yang akan bisa mengikuti ujian per sesi hanya sejumlah 875 peserta.

Harapannya, dengan memegang teguh penerapan protokol kesehatan, UTBK 2020 dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. “Semoga juga tidak ada penambahan klaster baru Covid-19 pada UTBK 2020 ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LTMPT Prof Mohammad Nasih menyampaikan jeda antar sesi dalam satu hari ujian diharapkan akan meminimalkan interaksi antara peserta antar sesi.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved