Virus Corona di Malang
UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 11 Juli 2020: 28 Pasien Baru Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 219
Rangkuman update virus corona di Malang Raya hari ini Sabtu 11 Juli 2020 dan berita terkait corona di Malang Raya Jawa Timur.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Pembukaan OSPIS secara terpadu di lembaga dilakukan secara daring lewat akun Youtube Channel lembaga pada Sabtu (11/9/2020).
Sedang untuk OSPIS siswa materinya pembiasaan karakter baik, pemilihan ekskul online dengan google form dan melakukan pemetaan (pre tes) olimpiade. Di masa OPSIS ada MOKS (Masa Orientasi Karakter Siswa).
Tim MOKS yang terdiri dari koordinator karakter sekolah dan perwakilan jenjang kelas serta tim kreatif dan tim IT sekolah menyusun kegiatan MOKS dan memasukkan materi di e-learning karena dilaksanakan secara daring.
Materi MOKS yaitu praktik dan pembiasaan ibadah, praktik dan pembiasaan karakter baik, motivasi berprestasi dan materi inspiratif karakter baik, penyuluhan kesehatan dan kepribadian.
Pelaksanaan kegiatan mulai Senin (13/7/2020) sampai 18 Juli 2020.
Sedang untuk jenjang SMA, Dindik Jatim telah membuat panduan MPLS di masa pandemi Covid-19.
Tema MPLS Jatim 2020 yaitu "Mengembangkan Potensi Siswa Berkarakter Menyenangkan dan Bersahabat Secara Maksimal Dari Rumah".
Di panduan itu, kegiatan MPLS mulai jam 07.00-12.00 WIB. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diakhiri dengan lagu nasional lainnya.
"Selain MPLS daring, juga diadakan Tes Potensi Belajar (TPB) untuk pemilihan jurusan," jelas Haryanto terpisah pada suryamalang.com.
Pelaksanaannya bergelombang sejak Senin (13/7/2020). Yaitu 43 anak setiap gelombang. Alasan diadakan di sekolah, karena sambil mengenalkan lingkungan sekolah.
"Bahwa sekolah sudah siap kenormalan baru dengan protololer kesehatan ketat, menjaga jarak," jelas Sekretaris MKKS SMAN Kota Malang ini.
Setiap kelas hanya diisi maksimal 11 anak.
Dikatakan, instrumen tes diperuntukkan peserta tes dengan pengawas sebagai salah satu alat ukur potensi belajar anak anak.
Hasil dari TPB selanjutnya, pada awal Agustus 2020 sudah terpetakan sesuai kelas peminatannya. Dan kegiatan pembelajaran kelas 10 dimulai.
2. Rapid Test di Kabupaten Malang Bisa Gratis, Begini Penjelasan Bupati Sanusi.

Warga Kabupaten Malang ternyata bisa melakukan rapid test secara cuma-cuma alias gratis. Namun, ada syarat dan kondisi tertentu yang berlaku.
"Syaratnya jika ada orang di suatu wilayah (desa) terkonfirmasi positif maka warga sekitarnya kita lakukan rapid test. Itu yang gratis," ujar Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat kunjungi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Talangagung Kepanjen, Jumat (10/7/2020)
Pemkab Malang menyebut sudah seringkali melakukan rapid test secara gratis.
"Tapi pernah gratis kok seperti di pondok-pondok (pesantren)," kata pria yang mengawali karir politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang ini.
Menurut Sanusi, rapid test hanya diprioritaskan untuk warga yang mengalami gejala corona.
"Tapi kalau tidak ada (gejala) apa apa minta gratis gak efektif. Namun jika yang bersangkutan ada gejala ya kita rapid sesuai aturan," tutur Sanusi.
Sanusi menegaskan, pihaknya mematuhi keputusan Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan tentang penetapan batasan tarif pemeriksaan rapid test sebesar Rp 150 ribu.
Penetapan tarif tersebut berlaku mulai tanggal 6 Juli 2020.
Bahkan, harga rapid test di Kabupaten Malang lebih murah.
"Kalau di Kabupaten Malang (rapid test) cuma Rp 130 ribu," tegas Sanusi.
Supaya pelaksanaan swab test semakin cepat diketahui hasilnya, Sanusi mengaku telah menjalin kerjasama dengan RSUD Tulungagung.
"Rumah sakit Tulungagung sudah punya izin pelaksanaan swab test," ungkap Sanusi.
Pemkab Malang lebih memilih RSUD Tulungagung karena dinilai lebih cepat saat melakukan swab test ketimbang daerah lain.
"Karena biasanya lama sampai 20 hari. Kalau di Tulungagung dua hari sudah dapat hasil," tutur Sanusi.
3. Wali Kota Malang : Pandemi Covid-19 Musibah Dunia, Jangan Saling Menyalahkan

Walikota Malang, Sutiaji menjadi narasumber di Charity Webinar Series (1) Learning From Covid-19 yang diadakan STIKI Malang, Jumat (10/7/2020) sore.
Charity webinar ini untuk menggalang donasi yang nantinya untuk membantu mereka yang terkena dampak pandemi ini.
Wali Kota mengatakan, sejak awal Pemkot Malang berkomitmen melakukan langkah-langkah antisipatif sejak ada temuan awal kasus pada 17 Maret 2020.
Sutiaji menyebut, pandemi ini adalah musibah dunia.
"Jangan saling menyalahkan. Namun harus berbagi tugas/peran," pesan Sutiaji di webinar itu.
Sebab dampak dari pandemi juga global. Misalkan dari sisi ekonomi dll.
Di kota Malang sendiri telah ada penetapan status darurat lewat keputusan walikota, ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) satu kali, kini masa transisi menuju kenormalan baru.
Dikatakan, kunci keberhasilan menghadapi pandemi ini adalah pada kesadaran masyarakat dan disiplin.
"Tapi membangun disiplin di masyarakat sulit," kata Sutiaji. Kebijakan pemerintah sendiri adalah top down berupa regulasi.
Hal ini perlu didukung kedisplinan di masyarakat.
"Harapan saya, displin itu dimulai dari diri sendiri," jelas Sutiaji.
Bukan karena sesuatu. Dicontohkan seperti orang naik motor bertiga. Tidak memakai helm, tidak punya surat-surat.
Sudah tahu melanggar tapi diteruskan bocengan bertiga.
Ketika ditangani aparat, menyatakan tidak tahu jika ada polisi, misalkan.
Artinya sudah tahu melanggar tapi tetap dilakukan.
Dikatakan, Pemkot telah melakukan refocusing anggaran untuk kebijakan penanganan virus Corona seperti pemberian bantuan sosial bagi yang terdampak pandemi.
Pemkot juga melibatkan perguruan tinggi untuk membantu pencegahan penularan Covid-19.
Perguruan tinggi itu dibagi pada lima wilayah kecamatan yang ada.
Juga dilakukan operasi gabungan dan melakukan rapid test pada masyarakat saat kegiatan itu.
(Mohammad Erwin/Sylvianita Widyawati/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG)