Breaking News:

Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 12 Juli 2020: 225 Pasien Sembuh & Angka Kematian Covid-19 Tinggi

Rangkuman update virus corona di Malang Raya hari ini Minggu 12 Juli 2020.

kolase suryamalang.com/shutterstock via kompas.com
Update virus corona di Malang 12 Juli 2020 

ODP (Orang Dalam Pemantauan) = 339 orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 127 orang

Update Virus Corona di Jawa Timur

Pasien Positif Covid-19 = 16123 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 6338 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 8296 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 1222 orang

ODP (Orang Dalam Pemantauan) = 3135 orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 12393 orang

 - Berikut update berita terkait corona di Malang Raya Jawa Timur:

1. Angka Kematian Pasien Covid-19 Kota Malang Lebih Tinggi dari Nasional

Angka kematian atau mortality rate pasien Covid-19 di Kota Malang lebih tinggi daripada nasional bahkan global.

Saat ini, mortality rate Kota Malang hampir menyentuh 8,5 persen. Sementara nasional dan global, masing-masing memiliki mortality rate 4,9 persen dan 4,47 persen.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang Husnul Muarif menerangkan mortality rate itu didapat dari perhitungan total kasus positif Covid-19 dibagi jumlah pasien meninggal.

"Yang meninggal dibagi jumlah konfirm positif. Kami hitung antara 8 sampai 8,5 persen mortality rate-nya. Itu tinggi. Kalau bisa di bawah 5 persen," ucap Husnul, Sabtu (11/7/2020).

Dia mengatakan tingginya mortality rate itu disebebkan komorbid atau penyakit penyerta yang diderita si pasien.

Komorbid itu seperti diabetes melitus (DM), jantung, hipertensi dan stroke. Rerata usia pasien meninggal adalah 50 tahun ke atas.

"Komorbidnya diantaranya diabetes, hipertensi dan juga jantung," katanya.

Husnul menyebut tracing yang baik mengakibatkan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Malang terus bertambah.

Dia menilai hal itu bagus karena mencegah penyebaran Covid-19.

"Sehingga nanti angka kesembuhan konfirm positif Covid-19 itu tinggi," ujar dia.

Husnul mengungkapkan sejumlah rumah sakit di Kota Malang memang penuh.

Namun, dia menjamin pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan tetap akan dilayani.

"Kemarin update, Hermina penuh, Asisyiah juga. Tapi Saiful Anwar yang sudah pembukaan paviliun itu masih ada ruang," terangnya.

Saat ini terdapat 326 kasus positif di Kota Malang.

Rinciannya, 209 pasien menjalani perawatan dan isolasi, 88 pasien sembuh dan 26 orang meninggal dunia.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 208 orang dan 41 pasien telah meninggal dunia.

2. Daftar 479 Desa Wisata Di Jawa Timur Siap Dibuka Kembali, Dibekali Protokol Kesehatan

ILUSTRASI - desa wisaja pujon kidul
ILUSTRASI - desa wisaja pujon kidul (suryamalang/ tribun)

Ada sebanyak 479 daftar titik destinasi desa wisata di Jawa Timur siap dibuka dalam waktu dekat..

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa rencana pembukaan kembali destinasi desa wisata itu sudah dikaji lebih dulu.

Sebelum dibuka secara bertahap, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa setiap destinasi desa wisata sudah memenuhi standar protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19.

Pemprov Jatim juga akan memberikan support berupa hand sanitizer dan juga sabun untuk memudahkan pengunjung yang datang ke desa wisata bisa mudah mengakses pembunuh virus. Serta yang tak ketinggalan juga adalah APD dan perangkat desinfektasi.

Pengiriman bantuan tersebut dikoordinasikan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim dan juga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.

Khofifah mengatakan membuka sektor wisata memang tidak bisa dilakukan semerta-merta. Melainkan harus melalui pertimbangan yang matang.

Oleh sebab itu gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan SE Gubernur perihal tatanan kenormalan baru sektor pariwisata Jatim dan ditindaklanjuti dengan SK Kadisbudpar Jatim penerapan protokol kesehatan untuk diterapkan di sektor pariwisata di era tatanan kehidupan baru di tengah pandemi covid-19.

Dua surat tersebut diharapkan turut diterapkan di desa wisata.

Seperti penegakan protokol kesehatan wajib mengenakan masker baik pengelola dan pengunjung, kemudian adanya batasan pengunjung 50 persen dari kapasitas total destinasi wisata, penerapn physical distancing, hingga pengaturan arus keluar masuk pengunjung di destinasi wisata.

"Pembukaan destinasi wisata ini ada penilainya, yang terdiri dari gugus tugas, pemkab pemkot dan juga pemprov. Pemkab pemkot nantinya yang akan memberikan izin boleh tidaknya destinasi wisata itu dibuka, dengan tetap ada supervisi dari Pemprov juga. Namun parameternya adalah kesiapan penerapan protokol kesehatan," imbuhnya.

Lebih lanjut, dalam mempersiapkan pembukaan ulang destinasi wisata khususnya desa wisata di Jatim, maka dalam pekan ini distribusi bantuan alat pelindung diri dan juga perangkat penegakan protokol kesehatan akan segera dilakukan.

Distribusi akan dilakukan merata di desa wisata yang sudah dibuka maupun yang persiapan akan dibuka.

Sebab saat ini memang sudah ada beberapa desa wisata yang sudah dibuka operasionalnya. Namun desa wisata yang sudah buka pun, tetap dalam pantauan tim supervisi elemen gabungan.

Jika penegakan protokol kesehatan tidak dijalankan maka bisa saja destinasi wisata yang sudah dibuka akan ditutup kembali.

"Pada dasarnya semangat yang ingin kita bangun adalah bagaimana ekonomi tetap berjalan, tapi keamanan masyarakat dari penularan covid-19 tetap bisa terjaga, itulah pentingnya protokol kesehatan," pungkas Khofifah

( Fatimahtus Zahro/Aminatus Sofya/Ratih Fardiyah/ SURYAMALANG)

Penulis: Ratih Fardiyah
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved