Virus Corona di Malang

Ada Home Visit & Penyediaan Modul di Sekolah Malang Saat Pandemi Covid-19,Tak Murni BDR Daring

TK maupun SD, tak semuanya murni merapkan BDR secara daring. Ada yang menerapkan pola home visit, ada pula sekolah yang masih merapkan pola luring

ISTIMEWA
Guru KB Bintang Insani, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang melakukan home visit ke siswa TK A selama satu jam tetap semangat belajar dari rumah saat pandemi Covid-19. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Proses kegiatan sekolah dengan siswa Belajar Dari Rumah (BDR) di masa pandemi Covid-19 saat ini berjalan dengan pola beragam di Malang.

Untuk beberapa sekolah TK maupun SD, tak semuanya murni merapkan BDR secara daring.

Ada yang menerapkan pola home visit, ada pula sekolah yang masih merapkan pola luring dengan menyediakan modul.

Di KB Bintang Insani yang berada di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, sekolah juga menjadwalkan home visit ke rumah siswa agar komunikasi tetap terjaga antara guru-siswa.

"Jadwal home visit seminggu dua kali. Tiap kali pertemuan hanya satu jam," jelas Nur Fauziah, Kepala KB Bintang Insani pada suryamalang.com, Jumat (24/7/2020).

Dikatakan, siswanya berdomisili di sekitar sekolah atau satu dusun.

Kadang ada desakan masuk karena siswanya hanya warga sekitar.

"Kami kan juga diawasi oleh UPTD Dindik. Tidak boleh ada kegiatan di sekolah. Kalau home visit boleh meski tak lama," papar Zia, panggilan akrabnya.

Untuk pertemuannya, bagi siswa TK A yang berjumlah 19 orang, dibagi dua kelompok.

Guru dan siswa bertemu di rumah salah satu wali murid.

"Kalau orangtua dan siswa ya senang bisa ketemu gurunya meski sebentar. Sebab kan pembelajaran di sekolah masih tidak boleh," kata Zia yang juga staf humas Unisma ini.

Biasanya saat bertemu, guru juga menyampaikan pesan agar saat di rumah siswa tetap belajar dibantu orangtua. Tujuannya agar siswa tetap semangat belajar.

"Karena pandemi ini, baik guru, siswa dan orangtua semua beradaptasi dengan hal baru," kata wanita berkacamata ini.

Selain bertemu, tugas buat siswa juga diberikan. Sehari ada tiga namun bisa dikerjakan kapan saja.

Sedang untuk siswa TK B karena hanya berjumlah tujuh orang, gurunya mendatangi satu persatu siswa bergantian.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved