Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2020, Sarlita Zahra Berbagi Tips Bikin Sabun Lidah Buaya

Sarlita Zahra mengolah tanaman lidah buaya menjadi produk kecantikan ramah lingkungan, yaitu Sabun Salovera.

SURYAMALANG.COM/Mayang Essa
Sarlita Zahra mengolah tanaman lidah buaya menjadi produk kecantikan ramah lingkungan, yaitu Sabun Salovera. 

Jika sudah halus, dicampur dengan base soap yang sudah dicairkan untuk diberi pewangi alami.

Berikutnya masuk ke tahapan pencetakan, dan membiarkannya selama 18 jam untuk membuat sabun lidah buaya kering sempurna.

"Harus kering. Jika sabun masih basah akan mudah berjamur," katanya.

Sarlita membanderol produk sabun buatannya seharga Rp 5.000 per biji.

Anak pasangan Erna Triningsih dan Era Harimudji ini juga mengelolah lidah buaya menjadi 11 produk lain, seperti sirup lidah buaya, stik, hand sanitizer, puding, pupuk cair, jus, permen, peptisida, dan masker wajah.

Sarlita mengaku sempat gagal dalam percoban membuat Salovera.

"Saya sempat gagal sampai lima kali. Tapi saya coba terus sampai berhasil. Karena saya tidak mengerti takaran bahannya. Saya hanya belajar dari internet," ungkapnya.

Kegigihannya mengolah tanaman lidah buaya ini mampu diterima dipasaran hingga tembus pasar internasional.

Sarlita mampu membuat dan memasarkan ratusan produk olahan aloe vera secara online setiap hari.

"Saya sudah membuat dan memasarkan 2.185 batang sabun Salovera sampai Timor Leste," ungkap siswa yang bercita-cita menjadi dokter anak tersebut.

Sarlita akan bidik pasar internasional lain.

"Awalnya saya pasarkan produk ini ke teman-teman sekolah. Karena banyak pesanan, akhirnya saya jual online, dan saya salurkan ke beberapa instansi dan masyarakat," katanya.(Mayang Essa)

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved