Breaking News:

Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 2 Agustus 2020: 1347 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 825

Rangkuman update virus corona di Malang Raya hari ini Minggu 2 Agustus 2020. 1347 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 825

kolase suryamalang.com/shutterstock via Tribunnews.com
Update virus corona di Malang 2 Agustus 2020 

Update Virus Corona di Jawa Timur

Pasien Positif Covid-19 =22324 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 14877 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 6215 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 1732 orang

 Pasien Suspect = 6135

Pasien Spesimen = 93932

- Berikut update berita terkait virus corona di Malang Raya Jawa Timur:

1. Rapid Test di Stasiun Malang, 51 Penumpang Non-Reaktif 

Rapid test di Stasiun Malang, Sabtu (1/8/2020).
Rapid test di Stasiun Malang, Sabtu (1/8/2020). (SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar)

Sebanyak 51 penumpang telah menjalani rapid test di Stasiun Malang, dan hasilnya non reaktif, Sabtu (1/8/2020).

Layanan rapid test tersebut diberikan kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan kereta api jarak jauh.

Kepala Stasiun Malang, Heru Suprapto menjelaskan rapid test tersebut hanya dilakukan di tiga stasiun Daops 8 Surabaya, yaitu Stasiun Malang, Stasiun Gubeng Surabaya, dan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

"Ini adalah pelaksanaan hari pertama rapid test di Kota Malang. Stasiun Malang dipilih karena termasuk stasiun yang melayani kereta api jarak jauh, dan jumlah penumpang di Malang sangat luar biasa pada hari biasa," ucap Heru kepada SURYAMALANG.COM.

Heru mengatakan rapid test ini merupakan syarat wajib bagi penumpang yang akan menjalani perjalanan jarak jauh.

Bila enggan menjalani rapid test, penumpang tersebut harus menunjukkan surat keterangan sehat.

Biaya yang dikenakan dalam rapid test di stasiun sekitar Rp 85.000.

Angka tersebut lebih murah dibandingkan biaya rapid test pada umumnya yang berkisar antara Rp 150.000 sampai Rp 300.000.

"Kami menggelar rapid test setiap hari mulai pukul 07:00 WIB sampai pukul 16:00 WIB," ucapnya.

Bila ada penumpang yang hasil rapid testnya reaktif, PT KAI akan mengembalikan biaya pembelian tiket.

Lalu penumpang tersebut akan diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang agar dilakukan perawatan lanjutan.

"Hasil rapid test ini bisa digunakan selama 14 hari," ucapnya.

Sementara itu, jumlah penumpang di Stasiun Kota Baru Malang mengalami penurunan yang cukup siginifikan dalam sebulan terakhir.

Biasanya jumlah penumpang berkisar antara 5.000-6.000 penumpang per hari. Tapi kini hanya antara 700 sampai 800 orang per hari.

"Saat ini belum seramai tahun lalu. JUmlah penumpang belum ada 1.000 orang per hari. Total sudah ada 70 persen tiket yang terjual pada Idul Adha tahun ini," ucapnya.

Rapid test di Stasiun Malang mendapat respon positif dari penumpang.

Perempuan asal Indramayu, Asna mengatakan biaya rapid test di stasiun lebih murah.

Dia memang niat melakukan rapid test agar bisa mengetahui kondisi imunitas tubuhnya.

"Fasilitas ini penting kalau diterapkan di terminal agar masyarakat bisa memiliki rasa aman saat melakukan perjalanan," tandas Asna

(M Rifky Edgar/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Ratih Fardiyah
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved