Virus Corona di Malang
UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 2 Agustus 2020: 1347 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 825
Rangkuman update virus corona di Malang Raya hari ini Minggu 2 Agustus 2020. 1347 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 825
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Ratih Fardiyah Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Berikut rangkuman update virus corona di Malang Raya hari ini Minggu 2 Agustus 2020.
Update virus corona di Malang Raya hari ini merangkum perkembangan di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Melansir infocovid19.jatimprov.go.id pasien positif virus corona di Malang Raya total ada 1.347 orang pasien.
Diantaranya saat ini di Kota Malang terdapat 668 pasien positif covid-19.
Lalu di Kabupaten Malang terdapat 509 pasien yang terinfeksi Covid-19.
Dan di Kota Batu terdapat 170 pasien yang terkonfirmasi positif virus corona terdapat.
Kemudian perlu diketahui untuk jumlah pasien sembuh saat ini ada 825 orang terdiri 355 Kota Malang, 328 Kabupaten Malang, dan 142 di Kota Batu
Selain update virus corona di Malang Raya, dalam artikel ini terdapat informasi yang terdampak virus corona di Malang.
- UPDATE Virus Corona di Malang
Pasien Sembuh Covid-19 = 355 orang
Pasien Dirawat Covid-19 = 246 orang
Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 54 orang
ODP (Orang Dalam Pemantauan) = 1099 orang
PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 652 orang
- update virus corona di Kabupaten Malang
Pasien Positif Covid-19 = 509 orang
Pasien Sembuh Covid-19 = 328 orang
Pasien Dirawat Covid-19 = 65 orang
Isolasi di rumah = 67 orang
Gedung observasi = 5 orang
Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 43 orang
ODP (Orang Dalam Pengawasan) = 577 orang
PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 708 orang
Pasien Positif Covid-19 = 170 orang
Pasien Sembuh Covid-19 = 142 orang
Pasien Dirawat Covid-19 = 17 orang
ODP (Orang Dalam Pemantauan) = 466 orang
PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 164 orang
Update Virus Corona di Jawa Timur
Pasien Positif Covid-19 =22324 orang
Pasien Sembuh Covid-19 = 14877 orang
Pasien Dirawat Covid-19 = 6215 orang
Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 1732 orang
Pasien Suspect = 6135
Pasien Spesimen = 93932
- Berikut update berita terkait virus corona di Malang Raya Jawa Timur:
1. Rapid Test di Stasiun Malang, 51 Penumpang Non-Reaktif

Sebanyak 51 penumpang telah menjalani rapid test di Stasiun Malang, dan hasilnya non reaktif, Sabtu (1/8/2020).
Layanan rapid test tersebut diberikan kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan kereta api jarak jauh.
Kepala Stasiun Malang, Heru Suprapto menjelaskan rapid test tersebut hanya dilakukan di tiga stasiun Daops 8 Surabaya, yaitu Stasiun Malang, Stasiun Gubeng Surabaya, dan Stasiun Pasar Turi Surabaya.
"Ini adalah pelaksanaan hari pertama rapid test di Kota Malang. Stasiun Malang dipilih karena termasuk stasiun yang melayani kereta api jarak jauh, dan jumlah penumpang di Malang sangat luar biasa pada hari biasa," ucap Heru kepada SURYAMALANG.COM.
Heru mengatakan rapid test ini merupakan syarat wajib bagi penumpang yang akan menjalani perjalanan jarak jauh.
Bila enggan menjalani rapid test, penumpang tersebut harus menunjukkan surat keterangan sehat.
Biaya yang dikenakan dalam rapid test di stasiun sekitar Rp 85.000.
Angka tersebut lebih murah dibandingkan biaya rapid test pada umumnya yang berkisar antara Rp 150.000 sampai Rp 300.000.
"Kami menggelar rapid test setiap hari mulai pukul 07:00 WIB sampai pukul 16:00 WIB," ucapnya.
Bila ada penumpang yang hasil rapid testnya reaktif, PT KAI akan mengembalikan biaya pembelian tiket.
Lalu penumpang tersebut akan diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang agar dilakukan perawatan lanjutan.
"Hasil rapid test ini bisa digunakan selama 14 hari," ucapnya.
Sementara itu, jumlah penumpang di Stasiun Kota Baru Malang mengalami penurunan yang cukup siginifikan dalam sebulan terakhir.
Biasanya jumlah penumpang berkisar antara 5.000-6.000 penumpang per hari. Tapi kini hanya antara 700 sampai 800 orang per hari.
"Saat ini belum seramai tahun lalu. JUmlah penumpang belum ada 1.000 orang per hari. Total sudah ada 70 persen tiket yang terjual pada Idul Adha tahun ini," ucapnya.
Rapid test di Stasiun Malang mendapat respon positif dari penumpang.
Perempuan asal Indramayu, Asna mengatakan biaya rapid test di stasiun lebih murah.
Dia memang niat melakukan rapid test agar bisa mengetahui kondisi imunitas tubuhnya.
"Fasilitas ini penting kalau diterapkan di terminal agar masyarakat bisa memiliki rasa aman saat melakukan perjalanan," tandas Asna
(M Rifky Edgar/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG.COM)