Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 7 Agustus 2020: 1511 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 953

Rangkuman update virus corona di Malang Raya hari ini Jumat 7 Agustus 2020. 1511 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 953

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Kolase shutterstock via Kompas.com
UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 7 Agustus 2020 

Wakapolresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanto Diyono mengatakan program tersebut akan dilakukan selama dua minggu.

"Selama dua minggu ke depan, kami fokus membagikan masker kepada masyarakat. Supaya mereka tertib dan patuh memakai masker ketika sedang beraktivitas," ujarnya kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM).

Selain membagikan masker, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi terkait kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Seperti sosialisasi cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir hingga sosialisasi penerapan jaga jarak (physical distancing). Kegiatan sendiri akan kami lakukan secara bertahap," tambahnya.

Dirinya menerangkan sosialisasi tersebut dimulai dari para ibu PKK di sekitar lingkungan tempat tinggal.

"Karena ibu ibu ini menjadi pengingat jika ada anak atau suaminya yang lupa memakai masker. Mereka yang paling didengar di rumah dan jadi ujung tombak program Jatim Bermasker," ungkapnya.

Dirinya juga menerangkan bahwa di wilayah Kota Malang, kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah cukup tinggi.

"Memang masih ada yang kami temukan belum menggunakan masker. Oleh karena itu kami harus tingkatkan kesadaran masyarakat. Melalui program Jatim Bermasker yang memiliki jargon Maskermu Menyelamatkanku dan Maskerku Menyelamatkanmu. Diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain," tandasnya.

2. Dianggap Langgar Social dan Physical Distancing, Deklarasi Tim Malang Makmur Sanusi Dikritik Warga

Sanusi sedang bernyanyi dan diapit oleh dua biduan di acara deklarasi Tim Malang Makmur. Insert, postingan akun media sosial yang mengkritik acara itu yang dianggap melanggar protokol kesehatan corona dalam hal social dan physical distancing, Kamis (6/8/2020).
Sanusi sedang bernyanyi dan diapit oleh dua biduan di acara deklarasi Tim Malang Makmur. Insert, postingan akun media sosial yang mengkritik acara itu yang dianggap melanggar protokol kesehatan corona dalam hal social dan physical distancing, Kamis (6/8/2020). (erwin wicaksono/suryamalang.com)

Pasangan petahanan Muhammad Sanusi dan Didik Gatot Subroto resmi punya tim kampanye untuk Pilkada Malang 2020. yakni Tim Malang Makmur. Deklarasi itu dilakukan di salah satu rumah makan di Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (6/8/2020).

Namun, acara deklarasi yang berlangsung meriah dan dihadiri banyak simpatisan Sanusi-Didik, serta perkawilan 5 partai koalisi juga datang itu mengundang kritikan dari warga, terutama di media sosial.

Kritikan itu muncul lantaran warga menilai acara itu melanggar protokol kesehatan corona terkait social dan physical distancing. bahkan pada satu kesempatan, Sanusi bernyanyi dan diapit oleh dua penyanyi wanita dengan jarak cukup dekat.

"Mben ra sah nyoblos," tulis akun Facebook bernama Nas Draon Jayaq memberi komentar.

Akun Nas Draon ini memberi komentar pada sebuah posting dari akun Kharisma Rea Reo.

Kharisma membuat posting berisi ungkapan satire disertai beberapa video yang menunjukkan suasana acara deklarasi Tim Malang Makmur.

Kharisma membuat ilustrasi soal rakyat biasa yang meminta izin pemangku jabatan untuk menggelar hajatan.

Si pemangku jabatan ini pun meminta warga itu untuk mematuhi protokol kesehatan corona.

"Suatu hari ada percakapan...
Wong tani : Pak saya mau ijin hajatan plus hiburan...
Bpk2 kita : Boleh, asal gak pake terop,sound kecil2 aja, undangan yg hadir dibatasi,kalau hiburan positif ga boleh...
Wong tani : Enggeh sendiko dawuh pak...
Pada kenyataannya... ," (melampirkan video suasana deklarasi)

Demikian tulis akun Facebook Kharisma Rea Reo.

Hanya saja, beberapa saat setelah diunggah, postingan akun Facebook bernama Kharisma Rea Reo tidak bisa dibuka. Kemungkinan postingan tersebut dihapus.

(Erwin Wicaksono/Kukuh Kurniawan/ Ratih Fardiyah/SURYAMALANG.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved