Travelling
Cara Membuat Minuman Sari dan Selai dari Buah Bangrove
Tidak hanya sebagai destinasi ekowisata, mangrove atau bakau ternyata bisa diolah menjadi aneka kuliner yang kaya manfaat.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tidak hanya sebagai destinasi ekowisata, mangrove atau bakau ternyata bisa diolah menjadi aneka kuliner yang kaya manfaat.
Seperti yang dilakukan Karyono (43), warga Medayu Utara Rungkut Surabaya. Sejak 2016, pelaku UMKM ini sudah memproduksi olahan buah mangrove.
"Awalnya saya memproduksi minuman sari buah mangrove. Kemudian terus saya kembangkan hingga sekarang ada 12 produk olahan," ungkap Karyono kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (8/8/2020).
Tidak susah membuat minuman sari mangrove.
Buah mangrove yang sudah matang dikumpulkan, lalu dicuci bersih terlebih dahulu.
"Setelah itu baru dikupas, kemudian direbus sampai sekitar 20 menit. Sesudah itu disaring sampai tiga kali agar benar-benar tersaring sari dan ampasnya," terang Karyono.
Jika sudah, baru diberi gula kemudian dikemas dalam botol.
Produk minuman berbahan dasar buah mangrove ini bisa awet sampai tiga hari di suhu ruang.
"Kalau di kulkas bisa sampai satu bulan. Pernah satu minggu sudah fermentasi sehingga jadi legen."
"Kalau penyaringannya kurang bersih memang akan semakin cepat fermentasinya," kata Karyono.
Saat diteguk, lidah langsung disapa rasa asam bercampur manis dengan sensasi yang segar. Memang, buah mangrove identik dengan rasanya yang asam.
"Matang atau tidaknya buah mangrove dilihat mahkota buahnya. Kalau sudah lepas berarti sudah matang," ungkap Karyono.
Selain sari minuman mangrove, dia juga memproduksi ragam kuliner lain, mulai dari selai, nastar, sirup, sambal, peyek, permen, sampai cokelat.
Semuanya berbahan buah mangrove.
Untuk membuat selai, Karyono memanfaatkan daging buah mangrove.