Virus Corona di Jatim
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Jatim Dikebut, Tekan Kemiskinan Akibat Covid-19
Dari alokasi Dana Desa sebesar Rp 7,570 Trilliun untuk 7.724 Desa di Jatim tahun 2020, yang sudah terealisasi dan progress salur mencapai Rp 5,971 T
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : Fatimatuz Zahroh , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong realisasi penyaluran dana desa dan bantuan langsung tunai dana desa.
Hingga hari ini, Selasa (25/10/2020), dari alokasi Dana Desa sebesar Rp 7,570 Trilliun untuk 7.724 Desa di Jatim tahun 2020, yang sudah terealisasi dan progress salur mencapai Rp 5,971 Trilliun atau 78,87 persen.
Sedangkan untuk progress salur Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk bulan pertama sebesar Rp 517,89 Milliar (99,96 persen), bulan kedua 513,46 Milliar (98,47 persen), bulan ke tiga Rp 441,43 Milliar (81,66 persen), kemudian bulan ke IV Rp 16,9 Miliiar (7,64 persen) dan bulan ke V Rp 2,3 Miliar (0,88 persen).
Guna mendorong realisasi dana desa dan BLT DD hari ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumpulkan 145 Pendamping Ahli Program Pemberdayaan Pembangunan Desa (P3MD) dan 30 Kepala Dinas PMD Kabupaten/Kota se Jawa Timur dalam rekonsiliasi BLT-DD di Hotel Grand Dafam Surabaya.
Tujuan rekonsiliasi ini tak lain untuk mendorong serapan dan menyingkronan program lintas Jaring Pengaman Sosial (JPS) pemerintah pusat dan daerah agar bisa saling bersinergi, berkolaborasi dengan satu tujuan bisa mengentaskan masyarakat Jawa Timur dari belenggu kemiskinan.
“Saya berharap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Dinas Sosial, Pendamping Desa dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini banyak bersinggungan dengan bantuan yang masuk ke desa bisa bersinergi, berkolaborasi. Kalau bahasa saya harus ‘nyekrup’ agar program yang masuk ke desa khususnya Bansos Tunai dapat tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat jumlah” terang Khofifah.
Sebagaimana diketahui bahwa pandemi covid-19 telah menyebabkan pelemahan ekonomi masyarakat dan meningkatnya angka kemiskinan di Jawa Timur.
Dalam survei BPS mulai September 2019 hingga Maret 2020 terdapat kenaikan hampir dua persen untuk kemiskinan Jawa Timur.
Di mana kemiskinan di desa naik 0,6 persen dan kemiskinan di perkotaan meningkat 1,2 persen
Lantaran saat ini pemerintah telah banyak menyalurkan bantuan kepada masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan baik melalui Kementerian Sosial maupun Kementerian Desa PDTT seperti Dana Desa (DD), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan lainnya, maka diharapkan kemiskinan bisa kembali diturunkan meski di tengah pandemi covid-19.
“Tentu kita wajib untuk merenung, melakukan evaluasi apa kira-kira yang kurang tepat terhadap upaya-upaya yang sudah kita lakukan,” tegas Khofifah.
Lebih lanjut perempuan yang juga mantan Menteri Sosial ini menyebut bahwa ada salah satu program yang sudah ‘nyekrup’ antara program dari pemerintah pusat dengan program Pemprov Jatim.
Yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Program Jatim Puspa (Pemberdayaan Usaha Perempuan). Dimana Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang telah mengalami graduasi akan dilanjutkan dengan Program Jatim Puspa.
Program Jatim Puspa ini diwujudjan melalui pemberian bantuan modal sebesar Rp.2.500.000,- per KPM PKH yang telah graduasi untuk membangun kewirausahaan.
“Saya berharap agar sinkronisasi program seperti PHK dengan Jatim Puspa bisa dilanjutkan dengan sinkronisasi program yang lain. Agar kemiskinan bisa kita turunkan, dan laju ekonomi masyarakat kita bisa kembali berjalan lancar,” imbuhnya.
Dalam kegiatan ini, secara khusus Gubernur Khofifah juga menitipkan 30.000 masker kepada para Pendamping Desa yang hadir untuk dibagikan kepada warga desa di wilayah pendampingannya masing-masing.
Ia juga sekaligus menitipkan pesan agar para pendamping desa mampu menjadi mediator sosialisasi Pentingnya Penggunaan Masker sebagai bagian dari upaya memutus rantai penyebaran covid-19 di Jawa Timur.
Secara keseluruhan BLT DD telah diberikan kepada 863.151 KPM di seluruh Jawa Timur.
Sebanyak 2 (dua) kabupaten yang sudah salur 100 persen DD sampai hari ini yaitu Kabupaten Madiun dan Kabupaten Tulungagung.
Dalam rangka pemulihan ekonomi masa Pandemi covid-19, Dana Desa dapat digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang diberikan kepada keluarga miskin selama 6 bulan dengan rincian 3 bulan pertama masing-masing Rp 600 ribu dan 3 bulan kedua Rp 300 ribu.