Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Bantuan Kouta Internet Gratis untuk 1,3 Juta Siswa Jatim Mulai Disalurkan, Isi Rp 5 Ribu Dapat 11 GB

“Kalau pakai kartu dari Telkomsel isi ulang tinggal nambah Rp 5 ribu sudah dapat 11GB lagi. Jadi kita minta ke sekolah Rp 5 ribu itu nanti dari BOS"

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemberian internet gratis yang dilakukan Pemprov Jawa Timur bersama Telkomsel mulai disalurkan.

Targetnya pembagian 1,3 juta kartu perdana dengan kuota internet 10GB ditargetkan rampung pada tanggal 7 September 2020.

“Untuk SMA SMK Jatim yang akan mendapatkan internet gratis ini, pekan lalu data NISN nya sudah kami sampaikan pada Telkomsel, dan mulai didistribusikan mulai Hari Kamis pekan lalu, target selesai 7 September 2020,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi, Senin (31/8/2020).

Setelah pembagian pada siswa SMA SMK di Jawa Timur selesai, Wahid menargetkan siswa Madrasah Aliyah yang juga bisa mendapatkan program serupa.

Namun dikatakan Wahid, jika siswa MA turut mendapatkan kuota internet gratis ini maka jumlahnya kurang.

Oleh sebab itu, Pemprov Jatim kini masih mencoba mengkomunikasikan pada Telkomsel agar bantuan tersebut bisa ditambah.

Jika sebelumnya yang diberikan ke Pemprov Jatim adalah 1,3 juta, maka jika ditambah MA jumlahnya menjadi 1,6 juta.

“Masih akan kami komunikasikan ke Telkomsel. Namun ini kan Jatim jadi pilot project maka semua sedang dilihat dulu efektivitasnya, tapi saya rasa ini bukan hal yang susah,” kata Wahid.

Lebih lanjut pria yang juga mantan Kepala Dinas Perhubungan ini menegaskan bahwa pemerintah provinsi juga telah mencairkan BPOPP dan juga ada dana BOS.

Pemerintah telah membolehkan dana tersebut untuk belanja kuota internet demi kelancaran pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19.

“Kalau pakai kartu dari Telkomsel kalau mau isi ulang tinggal nambah Rp 5 ribu sudah dapat 11GB lagi. Jadi kita minta ke sekolah Rp 5 ribu itu nanti diambil dari dana BPOPP atau BOS,” pungkas Wahid.

(fz/fatimatuz zahroh)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved