Breaking News:

Pilkada Malang 2020

Kepala Dinkes Beri Analisa Hasil Swab Test Calon Independen Pilkada Malang 2020 Heri Cahyono

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, hasil 'tidak terdeteksi' dari swab test Heri Cahyono merujuk pada suatu kondisi.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi, Senin (21/9/2020) malam. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, turut mengomentari hasil swab test milik Heri Cahyono, bakal calon Bupati Malang jalur independen. Menurutnya, hasil 'tidak terdeteksi' dari swab test Heri Cahyono merujuk pada suatu kondisi.

"Tidak terdeteksi berarti tidak kena Covid-19," terang Arbani ketika dikonfirmasi pada Rabu (23/9/2020).

Heri Cahyono diketahui melakukan tes swab sebanyak dua kali dalam rentang waktu lima hari.  Sepanjang rentang waktu tersebut, Heri alias Sam HC mendapati hasil yang berbeda.

Hasil Tes Swab Calon Perseorangan Pilbup Malang 2020, Heri Cahyono

"Kalau negatif 2 hari kemudian positif bisa. Jika melihat rentetan swab test tersebut, kalau positif ke negatif mestinya 5 hari," ucap Arbani.

Arbani menerangkan, kondisi imunitas seseorang tidak berpengaruh terhadap paparan Covid-19. Kata dia, meski tubuh sedang memiliki imunitas tinggi, tak menjamin seseorang tidak terjangkit Covid-19.

"Imunitas tidak mempengaruhi kondisi positif atau negatif. Meski imunnya tinggi kalau terpapar Covid-19 ya hasilnya positif. Tidak bisa dipengaruhi ketahanan tubuh," terang pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini.

Arbani menyakini, ada sebuah metode yang dapat merubah hasil positif Covid-19. Zat yang bisa digunakan adalah, Povidone Iodine. 

"Bisa berkumur atau nasal spray dengan Povidone Iodine sebanyak 1 persen. Itu bisa melunturkan virus area pernafasan kita," terang Arbani. 

Mantan Direktur utama RSUD Lawang ini berpendapat, teknik pengambilan sampel bisa mempengaruhi hasil tes SARS-COV-2.

"Cara pengambilan, 40 persen mempengaruhi hasil PCR. Kemudian durasi penyimpanan sebelum ke lab. Lalu proses pemasakan di lab tersebut. Bisa saja terjadi positif palsu," jelas Arbani.

Terakhir, Arbani memilih menyarankan masyarakat agar terapkan pola hidup sehat dan physical distancing alias jaga jarak

"Pakai masker saja tidak cukup harus physical distancing," tutupnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved