Penanganan Covid
Mengenal Jenis Tes Covid-19 di Indonesia, Apa itu Rapid Test, Swab, PCR ? Mana Paling Akurat?
Setidaknya ada 4 jenis tes atau pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus corona yang dikenalkan masyarakat yakni Rapid, Swab PCR, Molekuler,serologi
Penulis: Akira Tandika | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : Akira Tandika, Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Masyarakat banyak mengenal jenis pemeriksaan COVID-19 sejak pandemi ini mulai masuk ke Indonesia.
Setidaknya ada empat jenis tes atau pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus corona yang dikenalkan masyarakat yakni, Rapid, Swab PCR, Molekuler, dan Serologi.
• Lakukan Isolasi Mandiri di Rumah karena Positif Covid-19? Ini yang Perlu Diketahui
Menurut Dokter di Divisi Medical Check Up National Hospital Surabaya, Cynthia Dewi Wijaya, jenis tes tersebut biasanya ia bagi menjadi dua yakni, imunologi dan serologi.
Dalam pemeriksaan imunologi terdapat jenis rapid.
Pemeriksaan ini biasanya menggunakan darah pasien yang berada di ujung jari atau pembuluh vena untuk untuk diambil dan dijadikan sample.
Tingkat akurasi pemeriksaan ini tidak terlalu tinggi, terutama yang darahnya diambil dari ujung jari.
Biasanya, lanjut Cynthia, pasien akan mengalami cross reaction.
"Cross reaction itu misalnya seperti, merasa batuk pilek atau demam tapi bukan termasuk gejala COVID-19, biasanya yang terbaca pada hasil rapid adalah reaktif," terangnya dalam sesi live Zoom TribunJatim Network, Rabu (8/10/2020).
Selain jenis pemeriksaan imunologi, ada pula tes serologi yang saat ini sedang banyak ditawarkan oleh pihak rumah sakit.
Pada pemeriksaan serologi terdapat jenis alat bernama bio-molekuler yang biasa digunakan untuk menangani tes seperti, PCR dan Multiplek PCR.
Di dalam bio-molekuler terdapat alat bernama Real Time (RT) PCR yang saat ini menjadi golden standar dalam pemeriksaan COVID-19.
Menurut Cynthia, akurasi alat ini bisa melebihi 90 persen, tergantung pada reagen yang digunakan.
"Kenapa alat ini menjadi golden standar? Karena tingkat akurasi yang dihasilkan cukup besar. Bahkan melebihi 90 persen," tambahnya.
Tidak hanya RT PCR, Multiplek PCR pun memiliki tingkat akurasi yang tinggi.