Breaking News

Rekaman CCTV Bayi & Seorang Bocah Jatuh dari Eskalator, 3 Kali Terguling Tak Ada Pengawasan Orangtua

Rekaman CCTV bayi dan seorang bocah jatuh dari eskalator, 3 kali terguling tak ada pengawasan orangtua

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Kolase gambar Megapolis Moscow via The Sun
Rekaman CCTV bayi dan seorang bocah jatuh dari eskalator 

Kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Detik-detik dua bocah terjungkal di eskalator terekam kamera CCTV
Detik-detik dua bocah terjungkal di eskalator terekam kamera CCTV (Kolase gambar Megapolis Moscow via The Sun)

Sebelum insiden kecelakaan terjadi, seorang wanita sempat terlihat menaiki eskalator tetapi tak jelas apakah ia ibu dari bocah-bocah itu.

Akibat insiden ini bocah dan bayi yang jatuh dari eskalator itu mengalami cedera kepala sebagaimana dilansir dari Sosok.ID artikel 'Dua Bocah Terjungkal di Eskalator Terekam Kamera CCTV' melalui The Sun

  • Kejadian Serupa di Padang, Sumatera Barat

Kasus kecelakaan di eskalator sebelumnya juga terjadi tahun lalu di Padang, Sumatera Barat. 

Sebuah video seorang anak yang tangan kanannya terjepit di eskalator Plaza Andalas Padang, Sumatera Barat, viral di media sosial, Minggu (28/4/2019).

Dilansir dari Tribun Padang, Senin (29/4/2019), kejadian ini bermula ketika bocah bernama Alfino Rizki Oktov bersama orangtuanya hendak turun dari lantai tiga Ramayana Plaza Andalas.

Saat turun, korban yang masih berusia 5 tahun itu duduk di eskalator, sementara orangtuanya tetap berdiri.

Kemudian dalam perjalanan menggunakan eskalator, orangtua korban mendengar anaknya menjerit kesakitan.

Orangtua korban melihat tangan sebelah kanan anak laki-lakinya sudah terjepit di eskalator.

Jeritan Bocah Berusia 5 Tahun Ini Terngiang di Seluruh Mal Saat Tangannya Terjepit di Eskalator
Jeritan Bocah Berusia 5 Tahun Ini Terngiang di Seluruh Mal Saat Tangannya Terjepit di Eskalator (Tribun Padang | Rezi Azwar)

Sontak, kejadian itu pun langsung menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung mal.

Begitu juga dengan pihak Ramayana yang segera mematikan eskalator.

Kemudian, eskalator dibongkar untuk melakukan penyelamatan korban.

Kepala Toko Ramayana, Alex Sandi mengatakan kejadian ini murni kecelakaan, bukan kelalaian dari pihaknya.

Menurut Alex Sandi, pihaknya sudah membuat peringatan untuk berhati-hati dan selalu mengawasi anak.

Namun jika suatu hal yang tidak diinginkan terjadi, para karyawan sudah dipersiapkan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved