Fakta Ibu Rangga Sebelum Diperkosa Samsul Bahri, Hamil 4 Bulan dan Postingan Sebelum Sang Anak Tewas

Bak terjatuh tertimpa tangga ini dialami ibu muda di Aceh Timur, sebelum menjadi koban Dirudapaksa Samsul Bahri Ibu Rangga ternyata hamil Ini faktanya

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: eko darmoko
Facebook korban DN
Postingan trakhir ibu Rangga sebelum bocah SD tersebut tewas ditangan pemerkosanya. 

Di foto itu, keduanya berpose bersama sambil melihat ke kamera sambil tersenyum.

Foto itu seperti diambil oleh D di sebuah bus.

D memposting foto itu pada 24 April 2019.

Ia pun menuliskan bahwa Rangga sudah bisa bersama dengannya lagi.

D menyebut Rangga dengan panggilan abang.

"Sekarang abg sama ku

Kemana pun dia dulu yg d perjuangkan

Ada saatnya adek sama kita

Mudah2an bisa berkumpul ber3," tulisnya.

Setelah kejadian naas itu, DN dirawat di rumah sakit sejak Jumat (16/10/2020) di ruang bersalin RSCM Langsa. 

DN mengalami luka bekas bacokan parang pelaku di tangan kanannya. 

Setelah kondisinya membaik kondisi DN pada Selasa (12/10/2020) dibawa pulang ke rumah abang iparnya (abang kandung suaminya sekarang), di Kecamatan Birem Bayeun.

"Istri saya Selasa besok sudah dibolehkan pulang oleh dokter, karena kondisi DN susah membaik, infus juga telah dibuka," ujar AY, Senin (19/10/2020) dikutip dari Serambinews.com artikel 'Ibu Muda Korban Rudapaksa Residivis Keluar RS Besok'

Baca juga: Rekaman CCTV Bayi & Seorang Bocah Jatuh dari Eskalator, 3 Kali Terguling Tak Ada Pengawasan Orangtua

Baca juga: Polisi Cari Identitas dan Penyebab Kematian Mayat Pria yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Mojokerto

Rangga (kanan) bocah SD 9 tahun yang terbunuh dan pelaku Samsul Basri (kiri)
Rangga (kanan) bocah SD 9 tahun yang terbunuh dan pelaku Samsul Basri (kiri) (Suryamalang.com/kolase SERAMBINEWS.COM)

Suami koban menambahkan, setelah keluar dari RSCM Langsa ini, ia dan korban DN akan tinggal sementara di rumah abang AY, di Kecamatan Birem Bayeun tersebut.

Diakui AY, menyangkut ada ditawarkannya rumah singgah oleh pihak DP3A dan KB Aceh Timur, sebagai tempat tinggal sementara ke depannya, mereka akan mempertimbangkannya.

"Rumah singgah yang ditawarkan oleh DP3A dan KB Aceh Timur, apakah istri saya mau atau tidak, saya serahkan keputusannya sama dia, saya ikuti kemauan dia saja (korban)," sebut AY mengakhiri perbincangan singkat itu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved