Berita Pasuruan Hari Ini

Peternak Sapi Milenial dari Pasuruan, Keruk Rezeki dari Limbah Kulit Ari Kedelai untuk Pakan Ternak

Ferry Setyawan, salah satu peternak sapi milenial yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, dikenal sebagai salah satu peternak sapi yang sukses.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: isy
galih lintartika/suryamalang.com
Ferry Setyawan, peternak sapi milenial yang sukses memanfaatkan limbah kulit ari kedelai untuk campuran pakan ternak sapi, dan membuat sapi peliharaannya lebih cepat subur dan segar. 

“Saya pinjam ke teman dan saudara saya. Totalnya, Rp 250 juta kalau tidak salah. Saya buatkan kandang, dan saya belikan anak sapi atau pedhet. Dari situ, saya mulai serius menggeluti dunia peternakan sapi. Bekal yang saya dapatkan di Jepang, saya terapkan di sini. Termasuk soal pakan ternak sapi,” sambung Ferry.

Dia mengakui, kondisi sapi dengan hanya makan jerami, dan kondisi sapi dengan makan jerami dicampuri comboran ini sangat berbeda sekali.

Ia menyebut, sapi yang rutin makan kulit ari kedelai ini, kondisinya lebih klemis.

Artinya, kondisi sapi lebih terlihat segar dan bugar.

Bulunya juga sangat halus sekali.

“Itu saya buktikan selama tiga tahun terakhir ini. Sapi–sapi saya bisa lebih cepat gemuk dua sampai tiga bulan dari sapi normal, tanpa ada proses penggemukan atau proses lainnya. Bagi saya, comboran ini semacam suplemen tambahan untuk tumbuh kembang sapi. Dan, sapi, sangat suka sekali,” jelas dia.

Menurut Ferry, kondisi ini jelas sangat menguntungkan sekali.

Karena, peternak akan sangat diuntungkan dengan kondisi sapi yang mudah gemuk, dan bisa cepat dijual.

Keuntungan yang didapatkannya dalam proses jual beli sapi ini berkisar Rp 5 juta satu ekor dan itu, bisa lebih, tergantung dengan berat badan sapi yang akan jual.

Ferry menuturukan, jika tidak menggunakan takaran, sapi biasanya juga mengalami permasalahan ketika porsi comboran yang disajikan tidak sesuai dengan ketentuan.

Ia menyarankan, porsi comboran yang diberikan ke sapi, jumlahnya 10 persen dari berat badan sapi.

Protein, dan serat harus seimbang. Jika tidak, sapi akan mengalami masalah pencernaan.

“Allhamdulillah, semua ini menjadi berkah. Awalnya, tidak mengira kulit ari kedelai yang sudah menjadi limbah, ternyata mengandung banyak protein dan bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi. Jadi, yang punya limbah kulit ari kedelai jangan dibuang, dimanfaatkan saja. Kedelai itu banyak manfaat dan gizinya. Kadar proteinnya juga tinggi. Buktinya, sapi saya besar dan sehat,” sambung dia.

Disampaikan dia, limbah kulit ari kedelai ini didapatkannya dari tempat usaha milik kedua orang tuanya.

Ferry dibesarkan dari keluarga pembuat tempe.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved