Berita Pasuruan Hari Ini

Peternak Sapi Milenial dari Pasuruan, Keruk Rezeki dari Limbah Kulit Ari Kedelai untuk Pakan Ternak

Ferry Setyawan, salah satu peternak sapi milenial yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, dikenal sebagai salah satu peternak sapi yang sukses.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: isy
galih lintartika/suryamalang.com
Ferry Setyawan, peternak sapi milenial yang sukses memanfaatkan limbah kulit ari kedelai untuk campuran pakan ternak sapi, dan membuat sapi peliharaannya lebih cepat subur dan segar. 

Dari yang awalnya hanya berjualan 3 kilogram (kg) per hari, sampai Rp 300 kg per hari.

Nah, limbah kulit ari kedelai ini, yang dimanfaatkannya untuk sapi–sapi peliharaannya di sini.

“Sebenarnya, saya mengetahui kalau limbah kulit ari kedelai bisa dimanfaatkan untuk sapi ini sejak dulu. Berdasarkan ceritanya, nenek moyang kita, sudah memanfaatkan kulit ari kedelai untuk pakan ternak. Awalnya memang limbah dibuang ke sungai, tapi karena tahu khasiatnya, akhirnya dimanfaatkan,” sambung dia.

Di sisi lain, ia juga mengakui, jika kedelai ini juga banyak manfaatnya dan sangat baik sekali untuk tubuh manusia.

Meski tidak mengetahui rinci kandungannya, ia mengetahui bahwa kadar protein kedelai sangat tinggi.

Maka dari itu, ia memang rutin konsumsi kedelai.

Apalagi kedelai olahan seperti tempe.

Bagi dia, tidak ada tempe, menu makanan kurang lengkap.

Tumisa, ibu kandung Ferry, ternyata juga mengetahui manfaat kedelai.

Ia meyakini, kedelai ini bisa mengurangi resiko asam urat dan kolestrol.

Senada dengan anaknya, tempe adalah menu wajib di rumahnya.

Ia paling suka memasak tempe dengan cara dikukus, dan sambal tomat mentah.

“Bukan karena saya penjual tempe, akhirnya saya harus makan tempe setiap hari. Tapi, karena saya tahu manfaatnya kalau tempe yang dibuat dengan bahan dasar kedelai ini banyak vitaminnya dan proteinnya. Terpenting, bisa mengurangi terkena penyakit. Buktinya, allhamdulillah, saya masih diberi sehat sampai usia 56 tahun ini,” tutur dia.

Terpisah, Pakar Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Rimbawan PhD mengatakan, ada delapan potensi manfaat rutin konsumsi kedelai, di antaranya, menyediakan protein berkualitas tinggi.

Membantu kontrol berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan kesehatan tulang.

Selain itu, mencegah dan menurunkan resiko kanker prostat dan payudara.

Memperbaiki kondisi kesehatan masa menopause, memperbaiki fungsi kognitif lansia, dan menjaga kesehatan kulit.

“Penelitian sudah menunjukkan hal tersebut. Konsumsi kedelai, faktanya menurunkan resiko terkena penyakit karena manfaatnya banyak,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved