Suami Hajar Istri Sampai Tewas di Pinggir Jalan, Dilihat Puluhan Orang Tak Ada yang Berani Mencegah
Suami hajar istri sampai tewas di pinggir jalan, dilihat puluhan orang tapi tak ada yang berani mencegah
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Sarah, Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Seorang suami di China tega menghajar istrinya hingga tewas di pinggir jalan.
Mirisnya lagi penganiayaan itu disaksikan oleh puluhan orang, namun tak ada satu pun yang berani mencegah.
Peristiwa ini viral di media sosial termasuk Twitter pada Selasa (2/11/2020) dan menuai kecaman dari netizen.
Dalam video yang beredar terlihat seorang pria paruh baya menganiaya seorang wanita paruh baya di depan banyak orang.

Dengan menggunakan batu bata dan kursi, pria itu memukuli istrinya hingga tewas tepat di pinggir jalan.
Kejadian penganiayaan sampai meninggal dunia ini membuat publik sontak terkejut.
Apalagi saat itu waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi atau saat jalan masih ramai oleh kendaraan.
Penganiayaan yang dialami oleh wanita malang itu bermula saat dirinya mencegah sang suami untuk kabur.
Baca juga: Trauma Balita yang Dianiaya Paman dan Bibi Saat Orang Tua Dipenjara, Selalu Ucap Minta Maaf Om

Ternyata sebelum penganiayaan terjadi, pasangan suami istri yang mengendarai mobil tersebut menabrak sebuah kendaraan lain.
Kemudian suami mencoba melarikan diri namun keinginan itu dicegah oleh istri hingga membuat suaminya naik pitam.
Suami yang gusar itu pun mulai menghajar istrinya dengan batu bata dan kursi di emperan toko.
Baca juga: Gara-gara Ditolak Antar Pulang, Pria Palembang Nekat Aniaya Cewek Pemandu Karaoke, Ini Kronologinya

Banyak orang yang menyaksikan adegan itu namun tidak menolong wanita yang tengah dipukuli tersebut.
Wanita malang ini akhirnya meregang nyawa setelah mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya atas penganiayaan yang dilakukan suaminya.
Media China mengabarkan bahwa wanita itu kemudian tewas usai insiden nahas tersebut.
Pada keesokan harinya, Minggu (1/11/2020), video yang disebarluaskan di Sina Weibo tersebut menjadi viral.
Beberapa sumber tidak resmi mengatakan pria penyerang itu dalam kondisi mabuk.
Pihak kepolisian setempat memberikan keterangan bahwa pria yang telah membunuh istrinya itu sudah ditahan.
- Kasus Serupa di Indonesia
Di Indonesia, kasus serupa juga pernah terjadi di Lampung.
Seorang suami tega menghajar istrinya hingga babak belur di tengah suasana duka.
Peristiwa ini pun membuat para tetangga kaget, lantaran korban baru saja kehilangan ayahnya, sedangkan ibunya yang sudah tua sakit-sakitan.
Warga mendengar teriakan ibu korbanyang hanya bisa terbaring di kamarnya.
"Ibu korban itu ada di rumah. Tapi sedang sakit dan tidak bisa apa-apa. Hanya saja, waktu itu terdengar meminta tolong (karena adanya ribut-ribut pelaku dan korban)," kata salah seorang warga, Rabu.
Baca juga: Kisah Cewek Cantik Dikurung dan Dianiaya Pacar di Apartemen Berlanjut, Si Cowok Ditangkap Polisi

Warga mengatakan, suami, SRM 44 tahun dan Suparmi 49 tahun jarang terdengar cekcok mulut apalagi sampai ribut besar.
Keduanya menurut warga terasa adem-adem saja dalam berumah tangga.
Tetangga mengaku kaget saat kejadian, mendengar teriakan Suparmi meminta tolong.
Namun begitu, tetangga tidak berani masuk karena ada pelaku SRM di dalam rumah.
Setelah pelaku keluar rumah, barulah tetangga berani masuk dan menolong Suparmi.
"Posisi korban waktu itu sudah tertidur di lantai dapurnya. Setelah itu digotong ke kamar, terus diberi pertolongan pertama oleh warga," kata salah seorang tetangga korban yang enggan disebut namanya, Rabu.
Tak hanya itu, korban yang sudah dalam kondisi luka lecet dan lebam di badan dan wajah, kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diberi pelayanan medis.
"Setelah dibawa ke Puskemas, kondisi korban berangsur baikan, dan dia menceritakan kronologis itu (KDRT), dan niatnya untuk melapor ke polisi," ucap tetangga tersebut dikutip dari TribunLampung.com artikel 'Tetangga Korban KDRT di Lampung Tengah Kaget Sepasang Suami Istri Itu Cekcok'

Pelaku SRM mengaku melakukan tindakan KDRT kepada istrinya sendiri, lantaran dirinya geram dengan ucapan Suparmi.
SRM mengatakan, istrinya mengucapkan keberadaan dirinya diri rumah tidak memiliki peran apa-apa.
Mendengar hal itu SRM naik pitam.
"Dia (Suparmi) bilang, silakan saya pergi saja dari rumah karena tidak ada gunanya sebagai seorang suami di rumah," terang SRM kepada penyidik Polsek Padang Ratu, Rabu.
Pelaku mengakui ucapannya hendak membunuh Suparmi.
Namun hal itu diucapkan tidak dengan sungguh-sungguh, hanya lantaran emosi sesaat saja.
"Saya hanya emosi saja dan mengancam begitu (akan membunuh korban)."
"Saya gak tahan emosi karena saya sebagai suami gak dianggap oleh dia (Suparmi)," ujar lelaki berprofesi sebagai petani itu.
Setelah melakukan tindakan KDRT terhadap Suparmi, kemudian SRM memilih untuk pergi dari rumah dan tinggal di rumah kerabatnya.
Kepala Polsek Padang Ratu Kompol Muslikh mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan SRM terjadi pada, Jumat (2/10/2020).
"Korban yang tak lain adalah istri dari pelaku SRM dipukuli oleh SRM. Pelaku merasa tak dihargai prosesi meninggalnya orangtua dari korban, dirinya tak dilibatkan," terang Kompol Muslikh, Rabu (7/10/2020).
Korban dalam laporannya, LP/ 164-B /X/2020/ RES LT / Polsek Patu , Tanggal 03 Oktober 2020, menceritakan dirinya menjadi korban KDRT sang suami.
"Korban mengaku dicekik dan dipukuli. Selain itu, pelaku mengancam setelah 40 hari kematian orangtuanya, pelaku akan membunuh korban," jelas Kapolsek.
Pelaku kami amankan di rumahnya, Kamis (4/10/2020) dan saat ini masih mendekam di Mapolsek Padang Ratu.
SRM dijerat Pasal Pasal 44 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan dalam rumah tangga atau Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.