Berita Malang Hari Ini
Mendorong Daya Saing UMKM, Harus Saling Bantu
ni karena UMKM berada di sektor informal. Dari sistem pengelolaan usaha tak efisien karena masalah SDM.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : Sylvianita Widyawati , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pusat Informasi Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC - PEN) mengadakan seminar bertajuk "Mendorong Daya Saing UMKM dan Koperasi Menuju Indonesia Maju dan Unggul", Kamis (19/11/2020).
Kegiatan dibuka secara daring oleh Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS. Keynote speach adalah Dr Airlangga Hartarto MBT MBA.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, Nukholis PhD Akdalam pembuka diskusi menyatakan perlu bahu membahu membantu UMKM.
"Mereka tak bisa sendiri. Maka semua harus membantu, termasuk perguruan tinggi," kata dekan.
Hal ini karena UMKM berada di sektor informal. Dari sistem pengelolaan usaha tak efisien karena masalah SDM.
Meski banyak yang membantu sebelumnya, namun karena bergerak sendiri-sendiri, maka hasilnya kurang maksimal.
Akhirnya, garapan ini jadi garapan terus menerus oleh pemerintah.
Ia mencontohkan banyak program sudah dilakukan pemerintah selama ini tapi tidak tuntas.
Ada program bapak angkat, Indonesia Incorporated dll. Kampus-kampus juga punya banyak pusat studi kewirausahaa.
Zaman Presiden Habibie, UMKM minta dikoneksikan dengan industri.
Masa Nadiem Karim, kampus "kawin massal" dengan industri. Sebaliknya, kampus perlu "kawin massal" dengan UMKM.
Dikatakan, sejak dulu permasalah UMKM klasik seperti masalah permodalan sehingga tidak punya akses ke perbankan, persoalan SDM dll.
Dalam kondisi pandemi, maka ia menyarankan mengambil sisi positif atau manfaatnya.
UMKM harus diarahkan ke lingkungan yang bisa membuat mereka tetap berkembang.