Berita Malang Hari Ini
Webinar Jelang Persiapan Kembali Ke Sekolah, Guru Diharapkan Makin Mutakhir dan Tidak Stres
Agar guru tidak merasa kesulitan melewati ini, disarankan antar guru bisa berbagi pengalaman baik.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
Ada juga dosen yang tidak bisa mengikuti irama pembelajaran daring. Sehingga ditunjuk dosen muda untuk membantu untuk menggunggah materinya ke mahasiswa.
Namun ini juga membuat ada beban psikologi.
Agar guru tidak merasa kesulitan melewati ini, ia menyarankan antar guru bisa berbagi pengalaman baik. Sebab ada banyak guru mengalami itu.
"Selain itu, guru juga bisa meminta bantuan ke paguyupan orangtua untuk membantu pendampingan siswa," jelasnya.
Sedang Andia Kusuma Damayanti, dosen Unidha mengawali presentasi dengan riset-riset yang dilakukan pihak lain terkait guru dalam pandemi ini.
Seperti guru saat bekerja dari rumah, penguasaan teknologi, penambahan biaya internet, jam kerja jadi tidak terbatas karena koordinasi dengan guru lain, ortu dan kasek.
Agar guru tak stres, maka kesehatan mental juga perlu diperhatikan.
"Pekerjaan jadi guru itu adalah pilihan. Karena ini yang dimaui, maka otomatis lebih enjoy dalam proses ini," kata Andia.
Apalagi yang sudah berpengalaman lama. Ketika menghadapi angkatan yang "lemot" maka guru harus kreatif. Jika ada kendala, bisa berbagi ke guru lain untuk mengatasi itu.
"Memang kadang ada pelit ilmu dan tidak mau berbagi. Padahal jika dibagi, keilmuannya nanti akan bertambah," jawabnya. Selain itu juga harus berpikir positif dan realistis pada kegiatan sehingga jadi rileks.
Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).