Pilkada Malang 2020

Hasil Pilkada Malang 2020 Berpeluang Terjadi Sengketa, Pengamat Politik UMM Berikan Pendapatnya

Prediksi Wahyu mengenai peluang terjadinya sengketa didasarkan pada pengamatan hasil hitung cepat yang dilakukan LSI Denny JA.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI - Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 : Sanusi dan Didik Gathot Subroto, Paslon nomor urut 2 : Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono dan Paslon nomor urut 3 : Heri Cahyono dan Gunadi Handoko dalam Debat Publik Pertama Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (1/12/2020). Pilkada Kabupaten Malang ini berpeluang diwarnai sengketa 

Penulis : M Erwin Wicaksono , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sengketa hasil pemungutan suara Pilkada Malang 2020 bisa saja terjadi.

Analisa tersebut disampaikan oleh Pengamat Politik asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr Wahyu Winarjo MSi.

Prediksi Wahyu mengenai peluang terjadinya sengketa didasarkan pada pengamatan hasil hitung cepat yang dilakukan LSI Denny JA.

"Saya kira kedua Paslon akan membawa sengketa ke MK (Mahkamah Konstitusi) sesuai dengan fakta yang mereka (tim sukses calon) dapat," kata Wahyu ketika dikonfirmasi pada Kamis (10/12/2020).

Wahyu mengatakan, sengketa bisa dilayangkan jika selisih suara antar pasangan calon tak lebih dari 5 persen.

Pada hasil hitung cepat LSI Denny JA, Paslon nomor urut 1, Sanusi -Didik alias Sandi memimpin dengan perolehan meraup 45.99 persen.

Di posisi kedua, bertengger Paslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub) dengan raihan 41,6 persen.

Sedangkan Paslon independen Sam HC - Gunadi harus puas di posisi juru kunci karena hanya meraup suara 12,41 persen.

Menilik pada hasil tersebut, Ladub menempel ketat Sandi dengan selisih suara hanya 4,39 persen.

"Itu pasti (sengketa) jika perhitungan suara selisihnya tidak lebih dari 5 persen," ungkap Wahyu.

Wahyu menambahkan, pemungutan suara jadi opsi yang akan dilakukan jika bukti pelanggaran yang dilampirkan dalam sengketa terbukti.

"Jika ada bukti sah pelanggaran ya akan dilakukan pemilihan ulang di TPS tertentu," tutur Wahyu.

Diketahui, ada perbedaan hasil hitung cepat yang dilakukan LSI Denny JA dan SMRC.

SMRC atau Saiful Mujani Research and Consulting memaparkan hasil hitung cepat, Paslon Sandi meraih 43,75 persen. 

Sedangkan Paslon Ladub mendapat 44.09 persen.

Terakhir, pasangan independen hanya meraih 12,16 persen.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved