Berita Batu Hari Ini

Perda Penanggulangan Narkoba Terhambat Corona, DPRD Batu Sebut akan Dibahas Tahun 2021

Raperda Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba tidak bisa diselesaikan DPRD Batu pada tahun ini

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
david yohanes/suryamalang.com
Ilustrasi - Barang bukti kasus narkoba jenis sabu-sabu di Tulungagung 

SURYAMALANG.COM | BATU – Raperda Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba tidak bisa diselesaikan pada tahun ini.

DPRD Kota Batu merencanakan penyelesaian Raperda tersebut pada tahun depan.

Ketua Propemperda Kota Batu, Syaifudin, menerangkan, tidak tergarapnya Raperda tersebut akibat pendemi Covid-19.

Ia menerangkan, sebenarnya Raperda tersebut sudah dimasukkan dalam Propemperda tahun 2020.

Pihaknya mencatat Propemperda 2020 Kota Batu yang diajukan sebanyak 27 Raperda telah tergarap 12 Raperda.

Salah satu Raperda yang gagal dibahas dan dimasukkan dalam Propemperda tahun 2021 adalah Raperda Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba.

"Karena itu, Raperda Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba sangat penting sekali untuk bisa digarap tahun depan. Dengan begitu setidaknya akan mampu menekan angka kasus narkotika yang terjadi peningkatan drastis setiap tahun di Kota Wisata Batu ini," paparnya.

Tingginya angka pengguna dan pengedar narkotika di Kota Wisata Batu jadi perhatian tersendiri bagi eksekutif dan legislatif.

Salah satu cara untuk menekan tingginya angka pengguna dan pengedar barang haram tersebut dengan membuat Raperda Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba.

"Memang angka peredaran narkotika di Kota Batu cukup tinggi. Nah agar ada upaya preventif berupa bantuan anggaran yang nantinya bisa dimasukkan dalam program di beberapa SKPD kami sudah siapkan Raperda Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba," ujar Syaifudin, Jumat (11/12/2020).

Pentingnya Raperda Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba didukung penuh oleh Kasat reskoba Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto.

Karena dari data Satnarkoba Polres Batu peredaran sejenis narkotika di Kota Batu meningkat mencapai 20 persen dari tahun sebelumnya.

Menurut mantan Kanit Tipikor Polres Batu ini, pengedar dan pengguna barang sejenis narkotika di Kota Batu pada tahun 2020 tersangkanya (TSK) mencapai 73 orang dengan 63 laporan polisi (LP).

"Diketahui dari sejumlah 73 TSK yang berhasil ditangkap mayoritas pelaku penyalahgunaan sejenis narkotika tersebut didominasi pengguna sabu-sabu. Mereka  mencapai 90 persen. Karena itu kami berharap dengan adanya Raperda tersebut ada partisipasi semua elemen masyarakat untuk mencegah persebaran narkotika di Kota Wisata Batu,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved