Berita Malang Hari Ini

Pemkab Malang Tak Risaukan Dampak Penutupan Tempat Wisata

Pemkab Malang tak merisaukan potensi penurunan PAD akibat kebijakan penutupan tempat pariwisata saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
disparbud
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, berfoto bersama Asdep Kemenpar RI, Widayanti Bandia saat berfoto bersama di Homepod. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemkab Malang tak merisaukan potensi penurunan PAD akibat kebijakan penutupan tempat pariwisata saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, mengaku lebih mementingkan kepentingan keselamatan warga daripada ekspansi bisnis. 

"Karena kami engutamakan keselamatan nyawa atau keselamatan manusia, sedangkan yang lain ya kita abaikan. Jadi kami akan menutup semua tempat wisata yang ada di Kabupaten Malang saat perayaan tahun baru,” ujar Sanusi ketika dikonfirmasi.

Guna menjamin keselamatan warga tersebut, Sanusi juga memberlakukan syarat negatif rapid tes antigen ketika masuk Kabupaten Malang.

"Ya kita lakukan (kewajiban rapid test antigen atau antibodi bagi pengunjung),” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, dampak penutupan wisata di Kabupaten Malang tak seburuk yang diekspetasikan.

Wedanthara menganggap wajar apabila terjadi penurunan.

"Penyusutan pendapatan PAD sudah jelas," papar Wedanthara memprediksi.

Wedanthara yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Bapenda Kabupaten Malang itu menerangkan, pajak daerah sektor pariwisata sempat mengalami surplus pada akhir bulan November 2020.

Peningkatan tersebut didapat dari pajak hotel, restoran, dan hiburan. 

”Kami mencatat ketiga sektor pajak daerah tersebut sempat  mengalami surplus pada bulan November (2020)," jelas pria asal Bali ini. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved