Nasional

Fakta dan Kronologi Anak Jebloskan Ibu Kandung ke Penjara, Saling Memaafkan Tapi Proses Hukum Lanjut

Fakta dan Kronologi Anak Jebloskan Ibu Kandung ke Penjara, Saling Memaafkan Tapi Proses Hukum Lanjut

Editor: eko darmoko
Kompas.com
Ibu kandung (tengah) ditahan di Polres Demak setelah dilaporkan anaknya. 

“Terima kasih atas perhatiannya, Pak. Saya berharap kasus ini segera selesai."

"Saya memaafkan anak saya apapun yang dia lakukan, itu karena pikirannya belum terbuka,” ungkap S dengan suara tersendat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Fakta Baru Ibu Kandung Dijebloskan Anaknya ke Penjara, Saling Memaafkan tapi...

Ilustrasi Penjara
Ilustrasi Penjara (Kompas.com)

Diberitakan sebelumnya, entah setan apa yang merasuki seorang anak di Demak, Jawa Tengah, hingga tega menjebloskan ibu kandungnya ke penjara.

Anak perempuan tersebut berinisial A (19), sedangkan ibu kandungnya berinisial S (36).

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, S dipolisikan oleh anak kandungnya, A.

S tidak terpikir pertengkaran dengan anaknya berujung dirinya mendekam di tahanan Polres Demak.

Betapa tidak, setelah bercerai dengan suami, ia malah dilaporkan oleh A atas kasus penganiayaan.

Wanita yang keseharian berjualan pakaian di Pasar Bintoro menceritakan, kasus tersebut bermula saat anaknya yang selama ini tinggal bersama mantan suami di Jakarta datang ke rumah hendak mengambil pakaian.

Saat itu, A datang bersama mantan suaminya.

Akan tetapi, semua pakaian milik A telah disingkirkan oleh S karena jengkel dengan sikap anaknya yang sekarang telah membencinya.

"Sejak ikut mantan suami, anak saya ini selalu menentang. Karena jengkel semua pakaiannya saya buang,” kata S saat ditemui Kompas.com di Mapolres Demak, Jumat (8/1/2021).

Selanjutnya, keduanya kemudian terlibat pertengkaran hebat.

“Dia (A) marah karena pakaiannya saya buang sambil mendorong saya."

"Secara refleks saya pegang kerudungnya dan wajahnya kena kuku saya,” ujar S.

Tidak terima dengan perlakuan ibu, A kemudian melaporkan ke polisi.

Kepala Bagian Operasional Satreskrim Polres Demak Iptu Mujiono mengatakan, pihaknya telah mencoba mediasi antara kedua belah pihak.

Namun, A tetap bersikeras memproses kasus tersebut ke jalur hukum.

"Pelaku kita jerat Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkap Mujiono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gara-gara Pakaian, Seorang Ibu di Demak Dipolisikan Anak Kandungnya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved