Breaking News:

Santri Asal Probolinggo Jawa Timur Jadi Korban Tabrak Lari di China, Pelaku Beri Santunan 1,8 Miliar

Kasus tabrak lari santri Paiton di China memasuki babak baru, pelaku beri Rp 1,8 M, korban tak bisa dimakamkan di Indonesia

Suryamalang.com/kolase Motorplus-online.com/Dok.Istimewa via TribunJogja.com
Ilustrasi kecelakaan, kasus tabrak lagi Santri Probolinggo di China dapat ganti rugi Rp 1,8 miliar 

Selain bertemu dengan para pihak, Yaya juga mendatangi pengurus masjid di Xianyang yang telah memberikan lahan untuk pemakamakan Rendra pada 7 Januari lalu.

Sementara itu, ayah korban Hatim dalam percakapan telepon dengan Atdikbud menyatakan akan menggunakan sebagian uang santunan tersebut untuk membangun musala di lingkungan sekitar PP Mambaul Ulum, Paiton. 

PP Mambaul Ulum, Paiton mertupakan tempat Rendra menimba ilmu agama sebelum melanjutkan pendidikan sarjananya di wilayah barat China itu.

"Saya sudah berembuk sama istri, rencana mau dibuatkan musala di pondoknya Rendra," tutur Hatim yang dalam telepon itu didampingi ibunda korban, Ismaimunah.

Seperti diberitakan ANTARA, Rendra meninggal dunia di rumah sakit Kota Xianyang pada 5 Januri 2021 setelah ditabrak kendaraan roda empat yang melaju tak terkendali pada 30 Desember 2020 dini hari.

Baca juga: Operasi Yustisi di Kafe dan Warung Kota Blitar, Petugas Tindak 27 Pelanggar Protokol Kesehatan

Baca juga: TERBONGKAR, Fakta Sesungguhnya Anak Gugat Ibu Gara-gara Fortuner, Pengacara: Itu Bukan Tujuan Utama

Ilustrasi kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan (dok.istimewa via TribunJogja.com)

Sementara rekan korban yang sama-sama dari Paiton dan sekampus di Xianyang, Faiq Iqbal Ainun, mengalami luka ringan dalam kecelakaan yang terjadi di sekitar lingkungan kampus mereka itu.

Pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian pada 1 Januari.

Kasus kematian warga negara asing di Kota Xianyang merupakan yang pertama kali dalam 40 tahun terakhir.

Oleh karena rumitnya proses pengiriman jenazah dari Xianyang ke Paiton di tengah pandemi, akhirnya pihak keluarga mengikhlaskan korban dimakamkan secara Islami di Xianyang.

Pengurus masjid di Xianyang bersedia memberikan lahan pemakamannya karena juga mengenali korban yang rajin beribadah di masjid tersebut. 

  • Kronologis kecelakaan
Halaman
123
Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved