Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Pemkab Malang Masih Pikirkan Solusi Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat non-BPJS Kesehatan

Bupati Malang, Muhammad Sanusi ini tengah mencari solusi tentang vaksinasi covid-19 bagi masyarakat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang tampaknya masih punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait vaksinasi Covid-19.

Pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Malang, Muhammad Sanusi ini tengah mencari solusi tentang vaksinasi covid-19 bagi masyarakat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

"Ketersediaan vaksin covid-19 selama ini masih 7.000 dosis. Kami menunggu dari pusat berapa dosis yang akan datang. Kami mengejar namun kalau barangnya tidak ada bagaimana," ucap Sanusi ketika dikonfirmasi.

Dibanding tenaga kesehatan, Forkopimda dan Aparatur Sipil Negara (ASN) sementara mendapat proritas vaksinasi Covid-19 terlebih dahulu dibanding masyarakat umum.

"Kami dahulukan nakes dan ASN, itu yang sesuai dengan ketentuan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, menjelaskan jika saat ini yang menjadi prioritas vaksinasi adalah masyarakat yang tercover BPJS Kesehatan

"Penerima vaksin memang berdasarkan data peserta BPJS, baik itu BPJS penerima bantuan BPJS iuran pemerintah pusat maupun pemerintah bantuan BPJS dari pemerintah daerah," tutur Arbani.

Di sisi lain, meski yang mendapat prioritas vaksinasi Covid-19 adalah masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat memastikan vaksin akan diberikan ke seluruh masyarakat yang membutuhkan.

"Akan tetap ada (vaksinasi) tapi ada kebijakan lain. Dari dinas kesehatan nanti," beber mantan Kepala DPKPCK Kabupaten Malang itu.

Wahyu berharap vaksinasi Covid-19 berjalan lancar hingga membuahkan hasil imunitas komunal. Dirinya menyadari kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Malang masih tinggi.

"Ada penurunan untuk kasus terkonfirmasi. Namun, sempat disoroti tingkat kematian (akibat Covid-19) tinggi," kata Wahyu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved