Jendela Dunia

Virus Nipah Potensi Jadi Ancaman Pandemi Berikutnya, Disebut Lebih Berbahaya Ketimbang Virus Corona

Dunia belum bisa mengendalikan virus corona atau Covid-19, kini bakal muncul ancaman pandemi baru dari virus nipah

Editor: eko darmoko
The New York Times
Kelelawar merupakan inang alami bagi virus nipah. 

Meski begitu, ia mengatakan varian baru virus corona atau Covid-19 ini tidak lebih mematikan.

"Kita lihat virus yang baru ini menular lebih cepat 71 persen dari virus sebelumnya."

"Itu yang harus kita ingat. Para ahli juga yakin memang virus B117 mudah menular, namun tidak lebih mematikan," ujar Zubairi, Selasa (29/12/2020).

Mutasi virus yang ditemukan di Inggris ini telah menyebar ke sejumlah negara, termasuk di benua Asia.

Berikut enam negara di Asia yang telah melaporkan adanya kasus varian baru virus corona:

ILUSTRASI
ILUSTRASI (www.medscape.com)

1. India

India telah melaporkan enam kasus varian baru virus corona yang pertama kali muncul di Inggris.

Keenam pasien yang terinfeksi virus kembali ke India dari Inggris.

Kementerian Kesehatan India mengatakan, seluruh kasus yang teridentifikasi telah dikarantina.

"Semua pasien ini telah dikarantina dalam ruang isolasi tunggal di fasilitas perawatan kesehatan yang ditunjuk oleh Pemerintah Negara Bagian masing-masing," ujar Kementerian Kesehatan India.

Sementara itu, orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien juga telah dikarantina.

Kini, otoritas kesehatan India tengah memantau ketat dengan ditemukannya kasus varian baru ini.

2. Singapura

Pada 23 Desember 2020, Kementerian Kesehatan Singapura mengonfirmasi satu kasus mutasi baru virus corona dari Inggris.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved