Breaking News:

7 Fakta Lengkap Putri Raja Terkurung 3 Hari di Keraton Solo, Mengaku Kurang Makan dan Listrik Mati

Simak 7 fakta lengkap Putri Raja terkurung 3 hari di Keraton Solo, mengaku kurang makan dan listrik mati, terungkap kronologi kedua pihak

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
KOMPAS.COM/M Wismabrata
Suasana penjagaan di Keraton Solo 

"Jadi mereka masuk sendiri. Konon kata mereka mau menemui Kepala BPK. Padahal Kepala BPK kalau mereka mau bertemu itu kantornya jelas. Mereka tidak diundang terus mengaku dikunci dan sebagainya yang terjadi bukan seperti itu," sambung dia.

5. Kronologi versi Keraton 

Penjaga di keraton Solo
Penjaga di keraton Solo (KOMPAS.COM/M Wismabrata)

Wakil Pengangeng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dany Narsugama mengatakan, kabar adanya pengurungan kerabat Keraton Solo itu tidak benar.

Dany menjelaskan, awal mula Kejadian ini versi mereka.

Pada Kamis (11/2/2021) Sinuhun atau Raja Paku Buwono (PB) XIII kedatangan tamu pejabat dari pusat.

"Tamu berkunjung dan silaturahmi kepada Sinuhun dan diterima beliau," papar Dany dikutip dari TribunSolo.com 'Viral Video Putri Raja Solo Makan Daun Singkong dalam Keraton, Begini Tanggapan Keraton Solo'.

Tiba-tiba ada beberapa Sentono dan rombongannya yang tidak diundang secara bertahap masuk melalui pintu utama Keraton Solo atau Kamandungan.

"Mereka masuk pelataran Keraton total ada 14 orang jam setengah 3 Sore," papar dia.

Setelah masuk, mereka hanya berputar-putar di pelataran karena tidak bisa mengakses di kediaman Sinuhun.

Setelah menunggu lama dari 14 rombongan yang ada itu mulai keluar dari Keraton.

Dany mencatat rombongan keluar mulai pukul 18.00 WIB, pukul 20.00 WIB, dan 22.00 WIB.

"Itu yang keluar jam 10 malam dari pelataran Keraton adalah suami Gusti Moeng yakni Kanjeng Wira," kata dia.

Semetara, ada 5 orang yang tidak mau keluar mereka adalah Putri PB XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah atau biasa dipanggil Gusti Moeng dan Putri Raja Paku Buwono (PB) XIII GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.

Serta Bambang Sutejo atau Kanjeng Dilir dan 2 penari bernama Ika dan warna.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved