Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

DLH Kota Batu Benarkan Cairan Sampah TPA Tlekung Cemari Sungai di Desa Junrejo

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batu, Aris Setiawan mengatakan kalau pencemaran air sungai di kawasan Desa Junrejo berasal dari TPA Tlekung.

benni indo/suryamalang.com
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batu, Aries Setiawan berdialog dengan Sudjono Jonet (membelakangi kamera) saat inspeksi yang dilakukan oleh DPRD Batu di Taman Hutan Kota Batu, Rabu (13/1/2021). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batu, Aris Setiawan mengatakan kalau pencemaran air sungai di kawasan Desa Junrejo berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.

Pihaknya telah melakukan evaluasi dan perbaikan di lokasi yang diduga penyebab bocornya cairan sampah.

"Ya persoalan ada di sel sampah. Sel sampah ini luasnya 9000 meter persegi. Ketika kondisi intensitas hujan tinggi, sel sampah ini tonasenya berat."

"Akhirnya ada beberapa sampah yang jatuh ke lereng sungai. Itu yang terjadi kebocoran sel sampah di sana," kata Aris.

Sudah ada 50 orang petugas dari DLH yang dikerahkan untuk memperbaiki kawasan yang bocor. Perbaikan oleh DLH Batu dilakukan secara menyeluruh.

Bahkan dirinya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batu.

"Sudah kami komunikasikan dengan BPBD, mereka mendukung membuat plengsengan yang ambrol, dan sudah dianggarkan dan dilaporkan ke wali kota," papar Aris.

Menurut Aris, pembangunan tempat sampah harus menyeluruh. Sedangkan kondisi TPA Tlekung belum memungkinkan. Dirinya sudah menyampaikan keluhan tersebut ke DPRD Batu.

"Bahwa realitasnya TPA ini sudah tidak layak untuk menjadi TPA. Harus ada pembenahan menyeluruh, sehingga tidak ada kejadian lagi kedepannya," ungkapnya.

Pekerjaan rumah DLH Batu saat ini adalah mengurangi volume sampah. Target yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), mengurangi hingga 20 persen sampah.

"PR utamanya adalah bagaimana mengurangi sampah. Target RPJMD mengurangi sampai hingga 20 persen. Maka dari itu tata kelola sistem persampahan, sampah harus dipilah dulu sejak dari rumah sangat penting," paparnya.

Saat ini, kata Aris, luas TPA Tlekung adalah 9000 meter persegi. Rencananya akan ditambah seluas 1.8 Ha. Caranya, bekerjasama dengan Perhutani.

Per hari, ada 90 ton sampah yang masuk ke TPA Tlekung dalam kondisi hari biasa. Jika akhir pekan atau kunjungan wisatawan sedang rampai, TPA Tlekung bisa menerima hingga 120 ton sampah per hari.

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved