Breaking News:

Jendela Dunia

Misteri Lukisan The Scream Karya Edvard Munch Tahun 1893 Perlahan Terkuak, Merekam Letusan Kratakau

Misteri Lukisan The Scream Karya Edvard Munch Tahun 1893 Perlahan Terkuak, Merekam Letusan Kratakau

AFP PHOTO / CARL COURT
Lukisan The Scream versi pastel karya Edvard Munch tahun 1895 saat ditunjukkan di Sotheby's London12 April 2012. 

SURYAMALANG.COM - Edvard Munch pelukis berkebangsaan Norwegia yang lahir tahun 1863, pernah menghebohkan dunia dengan karya lukisannya yang berjudul The Scream.

Selain dikait-kaitan dengan letusan Gunung Krakatau di Indonesia (dulu Hindia Belanda) pada tahun 1883, lukisan The Scream juga diselimuti ragam misteri.

The Scream sering disebut sebagai upaya Edvard Munch dalam merekam serta mendokumentasikan letusan Gunung Krakatau ke dalam karya lukisan.

Misteri lain adalah sebuah tulisan yang berada di sudut kiri atas lukisan The Scream, dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com.

Misteri yang menjadi tanda tanya sejak tahun 1904 ini pun agaknya bisa dipecahkan oleh Museum Nasional Norwegia.

Di sudut kiri atas kanvas lukisan karya Edvard Munch itu tertulis, "Hanya dapat dilukis oleh orang gila."

Selama beberapa dekade, para pemerhati dan peneliti seni tidak dapat memastikan asal muasal tulisan tersebut.

Tetapi sekarang berkat teknologi inframerah, tulisan di The Scream yang asli dari tahun 1893 itu dikonfirmasi sebagai tulisan Munch.

Edvard Munch pelukis yang terkenal melalui karya lukisan The Scream.
Edvard Munch pelukis yang terkenal melalui karya lukisan The Scream. (Wikipedia)

Kesimpulan ini diambil setelah para peneliti membandingkan guratan pada lukisan itu dengan tulisan tangan dari buku harian Munch dan menemukan bahwa dan huruf yang gayanya cocok.

“Tulisan tersebut tanpa diragukan lagi adalah dari Munch. Tulisan tangan, serta peristiwa yang terjadi pada tahun 1895, ketika Munch mempertunjukkan lukisan itu untuk pertama kalinya di Norwegia, semuanya memperkuat dugaan itu,” kata Mai Britt Guleng, kurator museum.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved