Penanganan Covid

5 Cara Penggunaan Masker yang Benar dan Aman untuk Cegah Covid-19 atau Varian Virus Corona B.1.1.7

Demi memaksimalkan keefektifan masker, pastikan masker pas di mulut, di lubang hidung, hingga batang hidung, dan tidak boleh ada celah sama sekali.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Dyan Rekohadi
ILUSTRASI - Penggunaan masker medis yang dilapisi masker kain atau masker KN95 bisa jadi salah satu cara penggunaan masker yang lebih aman menangkal virus Corona 

Ada lima trik atau Cara agar masker yang kita gunakan menjadi lebih protektif :

1. Memakai dua masker

Konsep memakai dua masker atau double-masking sedang mendapat banyak perhatian akhir-akhir ini.

Terutama, setelah pakar penyakit menular, Dr Anthony Fauci menggembar-gemborkan ide tersebut.

Pemakaiannya dimulai dengan masker bedah yang paling dekat dengan wajah. Lalu tambahkan kain di atasnya.

Kita sebaiknya memakai masker bedah yang terbuat dari bahan bukan tenunan yang disebut polipropilen karena bahan tersebut memiliki muatan elektrostatis yang memungkinkannya menjebak partikel.

Salah satu kelemahan dari masker bedah adalah banyak di antaranya tidak terlalu pas di wajah dan kemampuannya untuk menyaring partikel sebagian besar bergantung pada seberapa baik masker itu menempel di wajah.

"Dengan melapisi masker kain di atasnya, kita bisa mendapatkan ukuran yang lebih pas sambil menambahkan lapisan filtrasi ekstra," kata Linsey Marr.

Menurut dia, memakai masker kain di atas masker bedah dapat menghalangi partikel virus hingga 75 persen efektif atau bahkan lebih dari itu.

"Jika kita memiliki 100 virus yang terbang menuju masker yang 50 persen efektif, maka 50 di antaranya akan disaring dan 50 akan lolos."

"Ketika 50 itu sampai ke masker kedua, 25 akan disaring dan 25 akan lolos. Jadi, efisiensi keseluruhannya adalah 75 persen," ungkap dia.

Seorang dokter penyakit menular di University of California, San Francisco, Dr Monica Gandhi mengatakan, masker ganda sangat penting bagi orang-orang dalam keadaan tertentu.

Misalnya, orang dewasa yang bekerja di lingkungan dalam ruangan yang padat dan orang-orang yang rentan secara medis yang pergi ke dalam ruangan dengan transmisi tinggi.

Baca Juga: Wah, Kabar Gembira Sekaligus Bikin Bangga! China Siap Jadikan Indonesia Pusat Produksi Vaksin Covid-19 ASEAN

2. Menambahkan filter

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved