Berita Malang Hari Ini

Berita Malang Populer Rabu 7 April 2021: Pemkab Krisis Jabatan Struktural & Pergantian Ketua DPRD

Berita Malang populer Rabu 7 April 2021 mulai Pemkab krisis jabatan struktural hingga pergantian ketua DPRD

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/kolase Mohammad Erwin
berita Malang populer Rabu 7 April 2021 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut berita Malang populer Rabu 7 April 2021 tentang krisis jabatan struktural di Pemkab Malang.

Selain itu, berita Malang populer hari ini juga mengulas pergantian Ketua DPRD dan hasil razia lapas perempuan. 

Selengkapnya, langsung saja simak ulasan berita Malang populer hari ini:

1. Pemkab Krisis Jabatan Struktural 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah. (SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin)

Sebanyak 180 jabatan struktural di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sedang kosong.

Ada 39 ASN di lingkungan Pemkab Malang beralih dari jabatan struktural ke jabatan fungsional.

Kemudian 39 ASN itu menempati jabatan baru yang terdiri dari analis kepegawaian, pamong belajar, auditor, penilik, bidan, perawat, pembimbing kesehatan kerja, pengelola pengadaan barang, administrator kesehatan, arsiparis, dan penguji kendaraan bermotor.

"Sesuai regulasi, pengisian jabatan struktural harus mengajukan izin. Tetapi karena ini jabatan fungsional dan di luar jabatan kepala sekolah dan puskemas, maka hanya melapor ke Kemendagri."

"Jabatan fungsional tidak mengisi jabatan kosong. Karena jabatan yang kosong itu jabatan struktural," ujar Nurman Ramdansyah, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (6/4/2021).

Bappebti Kemendag Gelar Edukasi Peran Perdagangan Berjangka Komoditi di Universitas Brawijaya Malang

Pelantikan jabatan fungsional tersebut sesuai Surat Keputusan Bupati Malang nomor 821.2/87/35.07.201/2021.

Nurman berharap peralihan jabatan ke fungsional ini bisa meningkatkan kinerja para ASN.

"Fungsional guru harus mengejar angka kredit, seperti karya tulis, seminar, dan sebagainya. Jika mereka tidak melaksanakan tupoksinya, maka tidak akan mendapat kenaikan pangkat. Jadi mereka harus benar-benar melaksanakan fungsinya," ungkap Nurman.

Nurman mengkiaskan kondisi yang berbeda dialami seorang pejabat struktural seperti dirinya.

"Kalau struktural gak ngapa-ngapain tetap bisa naik pangkat," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved