Ramadan 2021

5 Dampak Buruk Tidur Setelah Sahur Ramadan untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Picu Diabetes Hingga Obesitas

Inilah lima dampak buruk tidur setelah sahur untuk kesehatan tubuh selama Bulan Ramadan yang bisa menyebabkan diabetes hingga obesitas.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews
Ilustrasi Tidur Setelah Sahur 

Lambung manusia membutuhkan waktu kurang lebih dua jam setelah makan.

Namun, jika angsung berbaring, maka hal tersebut akan menghambat proses pengosongan lambung.

Jika ini terus terjadi bisa memicu sembelit atau kesulitan buang air besar.

Untuk mencegahnya, hindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan kafein dalam menu sahur.

Untuk itu mulailah perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran agar proses pencernaan menjadi lebih lancar.

3. Memicu Penyakit GERD

Melansir dari healthline, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi umum yang dqpat terjadi apabila tidur selepas sahur.

Adapun gejala dari GERD yakni mulas, sulit menelan, benjolan di tenggorokan, hingga asma yang memburuk di malam hari.

Sebab, tidur setelah makan dapat membuat gejala lebih buruk karena memiliki perut yang penuh ketika Anda berbaring membuat asam lambung lebih mudah naik kembali ke tenggorokan Anda.

4. Diabetes

Tidur setelah sahur juga dapat memicu terjadinya penyakit diabetes.

Sebab, ketika tidur setelah makan dapat memicu gila darah naik drastic di pagi hari.

Cara mengatasinya yaitu dengan memilih makanan yang dapat mencegah gula darah naik seperti mengonsumsi makanan kaya protein, baik telur, susu, daging, dan ikan.

Selain itu, pilihlah karbohidrat yang kaya kandungan serat seperti beras merah, nasi jagung, serta gandum.

5. Memicu Obesitas

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved