Breaking News:

Ramadan 2021

Sertifikasi Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Wajib Jamaah Umrah, Berikut Aturan Salat di Masjidil Haram

Sertifikasi Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Wajib Jamaah Umrah, Berikut Aturan Salat di Masjidil Haram

Editor: eko darmoko
STR
Jamaah berbaris ketika keluar setelah mereka mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli 2020. 

Sebagai informasi, Sirah Nabawiyah karya Ibnu Ishaq Syarah dan Tahqiq Ibnu Hisyam adalah buku sejarah hidup Nabi Muhammad SAW yang paling lengkap dan paling tua di dunia, karena ditulis tidak lama setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Ibnu Ishaq lahir di Madinah sekitar tahun 85 H. Sedangkan Ibnu Hisyam, ihwal kelahiran belum terjelaskan secara pasti, namun, Ibnu Hisyam disebut wafat pada tahun 213 H dan 218 H.

Kembali ke riwayat Isra Miraj, Ibnu Ishaq mengatakan, Isra merupakan perjalanan malam yang dialami Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yaitu Baitul Maqdis di Ilia’.

Dalam Sirah Nabawiyah tertulis: “Rasulullah menaiki Buraq, yaitu hewan yang membawa para nabi sebelum beliau. Kemudian beliau mengendarainya untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di antara langit dan bumi, hingga perjalanan beliau terhenti di Baitul Maqdis.”

Di Baitul Maqdis inilah, Nabi Muhammad SAW dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah bertemu dengan beberapa nabi, di antaranya Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Kemudian Nabi Muhammad SAW salat mengimami mereka.

Peristiwa Isra Miraj ini pun membuat gempar warga Mekah, mereka menduga bahwa Nabi Muhammad SAW hanya mengarang cerita bohong. Bahkan, dalam Sirah Nabawiyah disebutkan, gara-gara pengakuan Nabi Muhammad SAW tentang perjalanan satu malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis ini, banyak orang yang tadinya masuk Islam menjadi murtad.

Kehebohan ini membuat warga Mekkah berbondong-bondong mendatangi Abu Bakar untuk melaporkan pengakuan yang dibuat Nabi Muhammad SAW. Di kalangan Quraisy, Abu Bakar dikenal sebagai sesepuh dan orang terpercaya. Abu Bakar juga pernah pergi ke Baitul Maqdis.

Lantas, Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Nabi Allah, benarkah engkau telah bercerita kepada manusia, bahwa pada malam ini engkau pergi ke Baitul Maqdis?” Rasulullah menjawab: “Ya, benar.” Lalu Abu Bakar berkata: “Kalau begitu, tolong ceritakan kepadaku ciri-ciri Baitul Maqdis, karena sebelumnya aku pernah ke sana!”

Kemudian, Nabi Muhammad SAW memenuhi pertanyaan Abu Bakar dan menjelaskan tentang ciri-ciri Baitul Maqdis kepada orang-orang Quraisy di Mekkah.

Setelah mendengar penjelasan Nabi Muhammad SAW tentang ciri-ciri Baitul Maqdis, Abu Bakar berkata: “Engkau berkata benar. Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.” Nabi Muhammad SAW pun membalas perkataan Abu Bakar dengan kalimat: “Engkau wahai Abu Bakar adalah Ash-Shiddiq (orang yang membenarkan).”

Peristiwa Isra selalu lekat dengan keberadaan hewan Buraq. Mengenai Buraq, dalam Sirah Nabawiyah, Nabi Muhammad SAW berkata (Hadits Shahib Tirmidzi): “Ketika aku mendekati hewan tersebut untuk menaikinya, hewan tersebut menunjukkan sikap tidak suka, kemudian Malaikat Jibril menegurnya dan berkata ‘Kenapa engkau tidak malu atas apa yang engkau perbuat, wahai Buraq? Demi Allah, engkau memang pernah dinaiki hamba Allah sebelum Muhammad namun tak satu pun dari mereka yang lebih mulia di sisi Allah daripada Muhammad’. Buraq pun merasa malu hingga keringatnya bercucuran. Setelah itu, ia bersikap jinak kemudian aku menaikinya.”

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved