Ramadan 2021
Manfaat Kurma Jadi Menu Buka Puasa, Simak Juga Hukum Memakan Kurma Menurut Hadist
Terangkum sederet manfaat kurma jadi menu buka puasa selama bulan Ramadan. Lengkap dengan hukum makan kurma menurut hadisrt.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Menurutnya, langsung mengonsumsi nasi saat berbuka justru tak langsung membuat tenaga pulih.
Hal ini karena nasi memilik karbohidrat komplek, yang mana saat diubah menjadi energi membutuhkan waktu yang cukup panjang.
"Beda kalau saat berbuka yang kita makan nasi misalnya, karena nasi itu karbohidratnya komplek, gula komplek untuk bisa menjadi energi itu perlu siklus yang panjang, sehingga dalam waktu cepat belum bisa menjadi energi," terangnya.
Seseorang yang berbuka dengan nasi bisa saja justru sampai tambah satu atau dua piring.
Hal ini karena memang karbohidrat tadi belum dikonversi menjadi energi, sehingga seseorang masih merapa lapar.
Namun ketika sudah dikonversi menjadi energi, efeknya justru berubah menjadi kekenyangan.
"Tapi nanti begitu dikonversi menjadi energi, efeknya jadi kekenyangan."
"Maka tepat sekali kalau memilih kurma untuk berbuka, dia akan cepat menjadi energi sehingga cepat buga dan tidak akan kebanyakan makan waktu buka," jelasnya.
Ia menambahkan, di balik sunnah dari Nabi, pasti ada sesuatu hikmah atau kebaikan, termasuk dalam berbuka.
"Anjuran Nabi itu tepat sekali, orang puasa paling pas makan makanan manis yang gulanya sederhana sehingga cepat jadi energi," tandasnya.
Selain itu, kurma juga baik sebagai menu buka puasa bagi penderita diabetes.
Ketika berbuka, akan lebih nyaman bagi perut untuk mengkonsumsi sesuatu yang ringan.
Penderita diabetes bisa berbuka puasa dengan kurma.
Selain mengandung serat, kurma mengandung gula alami yang tidak menyebabkan kadar gula darah tinggi.
Dilansir dari Nutrition Journal, hampir semua varian kurma memiliki indeks glikemik rendah, yaitu sekitar 43-53.