Ramadan 2021
Ramadan dan Ekonomi Syariah
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan berkah, Selain berkah ampunan dari Allah SWT, terdapat berkah yang bertalian dengan bidang ekonomi.
Akhirnya, dengan mengamati bulan Ramadan setiap tahun maka manusia bisa membedakan antara sistem ekonomi Islami dengan 3 sistem ekonomi lainnya, yakni sistem ekonomi kapitalime, komunisme, dan sistem ekonomi koperasi.
Bagi mahasiswa calon sarjana ekonomi, sistem ekonomi kapitalisme diketahui sebagai suatu bentuk sistem ekonomi yang mendasarkan diri pada pemikiran bahwa semua sumber daya milik individu sehingga semua orang dalam sistem tersebut merupakan sapi aduan yang siap diadu dengan manusia lainnya.
Sistem ini menuai kritik mulai sejak diperkenalkannya pada tahun sekitar 1776-an atau yang dikenal dengan prakapitalisme karena kurang berpihak pada buruh dan persaingan yang muncul bisa menghalalkan berbagai cara yang bisa merugikan ummat manusia.
Karena tidak puas dengan sistem kapitalisme mulai muncul berbagai reaksi terhadap sistem ini.
Salah satu bentuk reaksi itu adalah diperkenalkannya sistem ekonomi koperasi yang dirintis oleh Robert Owen pada tahun 1980-an.
Sistem ini melandaskan pemikiran bahwa sumber daya manusia itu seharunsya dimiliki kelompok.
Bila kelompok ini sejahtera maka masyarakat suatu Negara akan banyak yang sejahtera.
Sistem ini mengusung prinsip-prinsip yang harus dijalankan oleh koperasi yang pada hakekatnya untuk mengeleminir efek negative sistem ekonomi kapitalime.
Sistem ini berkembang mulai dari Inggris dan meluas ke Negara di Eropa lainnya kemudian tembus ke Asia yang dimulai di India dan akhirnya dikenal dan di adopsi oleh Patih Aria Wiatmadja serta untuk pertama kalinya didirikan koperasi pada tanggal 16 Desember 1896 di Purwokerto Indonesia.
Sekitar tahun 1880-an yang dimulai dengan praktek pendirian kommun di Perancis oleh Charles Fourir kemudian merebak sistem ekonomi Komunisme yang diperkenalkan oleh Karl Marx.
Sistem ini berlawanan 180 derajat dengan sistem kapitalisme.
Para pioneer komunisme beranggapan bahwa masyarakat yang tidak suka kepada sistem kapitalisme dengan mendirikan koperasi dianggap sebagai suatu tindakan yang tanggung untuk melawan kapitalisme.
Mareka menganjurkan bahwa manusia seharusnya memasrahkan semua sumber daya kepada pemerintah.
Dengan kata lain, masyarakat hanya bekerja kepada pemerintah.
Tidak jauh berbeda dengan kapitalisme, sistem ini juga dianggap memiliki kelemahan yaitu kurangnya kebebasan bagi masyarakat untuk berekspresi dan menunjukkan kepintaran dan inovasi hasil karyanya.