Breaking News:

Ramadan 2021

Manajemen Rindu Dalam Idul Fitri di Masa Pandemi

Meski masih dalam kondisi pandemi covid-19, Ramadan tetap terasa khidmat dan nikmat.

Editor: isy
MUI Jatim
Dr Hj Muslihati SAg MPd, Sekretaris Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Jatim dan Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 

Ramadan 2021
Dr Hj Muslihati SAg MPd,
Sekretaris Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Jatim dan Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

SURYAMALANG.COM - Indonesia memang bukan negara dengan indeks kebahagiaan tertinggi.

Kita masih kalah dengan Finlandia dan beberapa negara di Eropa.

Meski demikian kita patut bangga karena Indonesia adalah negara yang penuh syukur dan kasih sayang.

Kesyukuran atau gratitude telah menjadi bagian dari keseharian bangsa kita.

Lihat saja, tradisi tasyakkuran contohnya sangat lekat dengan irama kehidupan orang Indonesia dalam momen apapun, mulai dari menghadapi ujian sekolah, kelulusan dan wisuda, jelang pernikahan, kehamilan, kelahiran hingga tradisi bayi turun tanah yang dikenal dengan istilah tedak siten.

Tasyakkuran tidak saja digelar dalam suasana senang, dalam sebuah insiden yang menyedihkan sekalipun, rasa syukur kerap masih saja muncul dengan ungkapan kata “untung saja…”.

Seseorang yang kepleset saat bersepeda dan jelas-jelas kakinya lecet dan kesakitan mungkin akan berucap, “untung saja tadi jalanan sepi……”, Ini membuktikan bahwa DNA syukur melekat di dalam jiwa bangsa ini hingga berusaha mensyukuri apapun karunia dari Allah SWT.

Kita tentu berharap, karakter syukur bangsa Indonesia tidak perlu luntur meski saat ini kita masih pandemi covid-19 belum berakhir, bahkan saat ini kian mengkhawatirkan.

Tidak ada alasan untuk tidak mensyukuri nikmat Allah SWT.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved